Ia juga mengapresiasi percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya.
Dalam waktu sekitar dua bulan, kawasan yang sebelumnya merupakan bangunan kosong telah berubah menjadi lingkungan pendidikan yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.
"Alhamdulillah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, hanya sekitar dua bulan, lokasi yang sebelumnya merupakan bangunan kosong kini telah berdiri menjadi kawasan pendidikan dengan fasilitas yang lengkap. Tempat ini akan mendidik calon-calon pemimpin masa depan," katanya.
Mahyeldi berharap para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.
Ia mengajak mereka berani bermimpi besar karena setiap anak memiliki potensi yang sama untuk menjadi pemimpin bangsa.
"Jangan takut bermimpi besar. Di sekolah ini kalian akan dibimbing oleh guru-guru terbaik yang siap mendampingi meraih masa depan yang lebih baik," ucapnya.
Ia menambahkan, pengalaman di Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa dalam waktu satu tahun para siswa mampu menguasai bahasa Inggris, berpidato, hingga mempelajari bahasa Jepang dan bahasa Arab.Hal itu menjadi bukti bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki potensi besar apabila mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang tepat.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Wildan Humaidi, menjelaskan pemerintah tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga memenuhi seluruh kebutuhan dasar siswa selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Dengan dukungan tersebut, sekolah ini diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi baru yang mampu mengubah nasib keluarga sekaligus berkontribusi bagi masa depan Indonesia. (***)
Editor : Editor
