Ini Dia Deretan Program yang Dibawa Zigo Rolanda untuk Masyarakat Kabupaten Solok

Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda saat meninjau lokasi pembangunan pengendalian banjir di Batang Paninggahan, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Selasa (4/8/2026). (Foto: Ist)
Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda saat meninjau lokasi pembangunan pengendalian banjir di Batang Paninggahan, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Selasa (4/8/2026). (Foto: Ist)

Solok, - Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, memastikan sejumlah program strategis pemerintah mulai direalisasikan di Kabupaten Solok pada 2026.

Program tersebut meliputi pengendalian banjir di tujuh sungai, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), hingga peningkatan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Kepastian itu disampaikan Zigo saat meninjau lokasi pembangunan pengendalian banjir di Batang Paninggahan dalam rangka reses perseorangan Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026/2027 di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Solok, Kapolsek, Wali Nagari Paninggahan, Anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Golkar, Ketua BPRN, perwakilan BPPW Sumbar, BPJN Sumbar, BWS Sumatera V, Forkopimca, serta masyarakat Nagari Paninggahan.

Dalam kesempatan itu, Zigo mengatakan pemerintah akan menangani tujuh sungai di Kabupaten Solok sebagai bagian dari program pengendalian banjir pascabencana dengan total Rp161 Miliar.

"Ada lima sungai yang akan kita tangani, yaitu Batang Peninggahan, Batang Muaro Pingai, Batang Sumani, Batang Saniangbaka, dan Batang Limau. Ditambah Batang Lembang dan Batang Gawan, sehingga total ada tujuh sungai yang akan mendapatkan penanganan di Kabupaten Solok," ujar Zigo.

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen besar terhadap percepatan penanganan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat.

Khusus melalui Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp17,8 triliun yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2029.

Menurut Zigo, program pengendalian banjir di kawasan Paninggahan sempat menghadapi sejumlah kendala.

Namun, setelah melalui koordinasi dengan berbagai pihak, program tersebut dipastikan tetap berjalan.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner - GorBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Berita Terkait
Terkini