Zigo mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk proyek tersebut.
Karena itu, ia meminta masyarakat bersama-sama menjaga kelancaran pelaksanaan pembangunan.
"Kemarin sempat viral adanya aktivitas pengambilan batu di lokasi. Kami juga mendapat informasi saat penanganan darurat sempat ada beberapa pihak yang mengganggu pekerjaan. Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa proyek ini benar-benar berjalan dan anggarannya sudah tersedia," ucapnya.
Ia mengingatkan agar ulah segelintir oknum tidak merugikan kepentingan masyarakat luas.
"Jangan sampai gara-gara satu atau dua oknum, masyarakat yang lebih banyak justru dirugikan. Kalau proyek ini sudah berjalan, masyarakat lokal tentu akan dilibatkan sesuai kebutuhan pekerjaan. Tetapi jangan sampai gangguan seperti saat penanganan darurat kembali terjadi dan menghambat pembangunan," tegasnya.
Menurut Zigo, rehabilitasi D.I. Gunung Nago dan Koto Tuo merupakan proyek prioritas untuk mengurangi risiko banjir di kawasan Limau Manis dan sekitarnya.
Karena itu, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.Dalam kesempatan itu, Zigo juga menerima aspirasi warga terkait kualitas air yang mengandung kadar besi tinggi.
Sebagai solusi sementara, ia meminta pemerintah menyiapkan program sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
"Nanti akan dilakukan pendataan melalui kelurahan dan kecamatan, kemudian diproses di Pemerintah Kota. Sebagian bisa ditindaklanjuti melalui dinas terkait atau BPBD, dan jika diperlukan kami akan mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat," tutupnya. (***)
Editor : Editor
