Tanah Datar, - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Dalam beberapa pekan terakhir, proyek senilai Rp1,5 triliun itu menjadi perbincangan di berbagai tempat, mulai dari warung kopi, sawah hingga surau.
Bagi warga, kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik. Mereka melihat proyek tersebut sebagai peluang besar yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka harapan baru bagi generasi muda.
Persiapan pembangunan mulai terlihat dengan rencana pelebaran jalan menuju kawasan sekolah.
Akses yang lebih baik dinilai penting untuk mendukung mobilitas selama proses pembangunan maupun saat sekolah beroperasi nantinya.
Sejumlah bangunan berada di area yang terdampak penataan kawasan. Namun kondisi itu tidak mengurangi dukungan masyarakat terhadap proyek tersebut.Beberapa warga yang rumahnya berada di jalur pelebaran jalan mengaku tetap mendukung pembangunan karena meyakini manfaat jangka panjang yang akan dirasakan nagari.
Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, rumah yang terdampak akan dibangun kembali sesuai kesepakatan yang telah dibicarakan.
Selain rumah warga, sebuah mushalla juga masuk dalam area penataan. Masyarakat berharap fasilitas ibadah pengganti dapat segera disiapkan agar aktivitas keagamaan tetap berjalan dengan baik.
"Kalau bisa dibangunkan lagi tempat ibadah yang dekat. Kami yang sudah tua agak jauh kalau harus berjalan ke masjid," ujar Amak Yaik.
Editor : Editor