Di balik berbagai penyesuaian yang harus dilakukan, rasa syukur justru lebih dominan dirasakan masyarakat.
Banyak warga menilai terpilihnya Tanjung Alam sebagai lokasi Sekolah Rakyat merupakan peluang besar yang belum tentu datang dua kali.
"Masya Allah, ini rezeki untuk nagari kami. Kalau sekolah ini jadi, manfaatnya akan dirasakan anak cucu kami nanti," kata Is.
Harapan itu juga mulai diterjemahkan ke dalam berbagai rencana usaha. Sebagian warga berencana membuka warung makan, sementara yang lain melihat peluang di sektor laundry, perdagangan, dan jasa yang diperkirakan akan tumbuh seiring meningkatnya aktivitas di kawasan tersebut.
Tokoh Adat Sumatera Barat, Dt Ricky Donals, menilai antusiasme masyarakat menjadi modal penting bagi keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat.
"Pastilah banyak efek dominonya. Jika ini tuntas dan berjalan baik, Tanjung Alam bisa menjadi nagari dengan pertumbuhan ekonomi terhebat di Sumbar," ujarnya.Selama ini Tanjung Alam dikenal sebagai kawasan pertanian. Namun dengan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di lahan seluas 23 hektare dan jumlah siswa yang diperkirakan mencapai 3.000 orang, masyarakat mulai melihat hadirnya babak baru bagi nagari tersebut.
Di tengah sejuknya udara dataran tinggi Tanah Datar, harapan akan perubahan itu kian terasa.
Bagi masyarakat, Sekolah Rakyat bukan hanya fasilitas pendidikan, melainkan simbol kemajuan yang diyakini akan membawa masa depan baru bagi Nagari Tanjung Alam. (***)
Editor : Editor