Langkah tersebut dinilai berhasil memperbaiki tata kelola perusahaan sekaligus mengembalikan potensi pendapatan negara yang selama ini bocor akibat aktivitas ilegal.
Deretan angka itu menjadi indikator bahwa transformasi BUMN tidak lagi sekadar konsep di atas kertas.
Reformasi tata kelola, efisiensi operasional, dan penguatan pengawasan mulai menghasilkan dampak nyata terhadap kesehatan keuangan perusahaan-perusahaan negara.
Bagi Ranah Minang, keberhasilan ini memiliki makna yang lebih dalam. Di balik capaian yang dipuji Presiden, terdapat peran putra asli Tanjung Alam, Tanah Datar, yang dipercaya memimpin proses transformasi tersebut.
Dony Oskaria tidak hanya membawa nama Sumatera Barat ke panggung nasional, tetapi juga menjadi simbol bahwa anak daerah mampu memimpin agenda strategis negara.
Pengakuan Presiden terhadap Danantara Indonesia sekaligus menjadi pengakuan atas kerja kolektif yang dipimpin Dony Oskaria dalam membangun BUMN yang lebih profesional, transparan, dan berdaya saing global.Transformasi yang dijalankan tidak hanya meningkatkan laba perusahaan, tetapi juga memperkuat kontribusi BUMN terhadap pembangunan nasional.
Dari lereng Gunung Marapi hingga pusat pemerintahan di Jakarta, perjalanan Dony Oskaria menjadi cerita yang membanggakan bagi masyarakat Minangkabau.
Ketika Presiden memberikan apresiasi khusus kepada Danantara dan transformasi BUMN, masyarakat Sumatera Barat dapat melihat bahwa salah satu putra terbaiknya turut berada di balik perubahan besar yang kini dirasakan oleh perusahaan-perusahaan negara di seluruh Indonesia. (***)
Editor : Editor



