Masyarakat Kecewa Berat Soal Pembagian Rumah Nelayan di Batang Kapas, Diduga 'Tauke' pun Dapat

Bupati Hendrajoni, sebulan lalu serahkan rumah nelayan kepada yang memenuhi kriteria (foto:.dok/niko)
Bupati Hendrajoni, sebulan lalu serahkan rumah nelayan kepada yang memenuhi kriteria (foto:.dok/niko)

Painan,---Sejumlah masyarakat terlihat kecewa berat, mereka kecewa terkait pembagian bantuan rumah nelayan di wilayah Kenagarian Koto Nan Tigo, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.Kini, bantuan rumah nelayan itu telah menuai polemik dan menjadi buah bibir warga. Masyarakat menilai penerima bantuan rumah nelayan sebanyak 70 unit dari APBN tersebut sebagian berasal dari kalangan orang mampu.

"Yang tidak layak, dan yang punya mobil dan rumah bagus bahkan punya ruko, mereka menerima bantuan rumah nelayan juga,"ujar Ijap (45), seorang warga Koto Nan Tigo, Kecamatan Batangkapas, Jumat, 9/8.Dia menyesalkan sebagian penerima bantuan rumah nelayan diduga tidak tepat sasaran. Sehingga menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat.

Setahu dia, bantuan itu diperuntukkan bagi masyarakat nelayan yang kurang mampu dan memiliki rumah tidak layak huni.Demi mencari titik terang, bahkan Ijap bersama warga lainnya mengaku telah mendatangi rumah dinas Bupati Hendrajoni untuk mengadukan persoalan pembagian bantuan rumah nelayan.

"Pada Kamis sore, 8/7, kami datang kerumah dinas Bupati Hendrajoni untuk menyampaikan persoalan itu. Tapi kami tidak bisa bertemu beliau dan pada akhirnya kami hanya bertemu dengan pak Mukhridal, kepala dinas perumahan rakyat kawasan permukiman dan pertanahan,"ulasnya.Di ruangan kantor Kepala dinas itu, dia bersama rombongan menyampaikan agar para penerima bantuan rumah yang diduga tidak tepat sasaran dikeluarkan dari daftar penerima. Kemudian, diganti oleh orang yang pantas dan layak menerima.

"Masa iya, tauke padi dan getah dapat juga. Bahkan rata-rata perangkat walinagari juga mendapatkan bantuan rumah. Ini kan aneh,"ujarnya.Bahkan, mereka sudah mengantongi bukti sebagian masyarakat penerima bantuan rumah yang diduga tidak tepat sasaran, lengkap dengan foto dan alamat rumah yang telah disampaikan kepada dinas terkait.

"Bagi saya, walaupun saya miskin dan tidak punya rumah tidak apa, tidak dapat. Ini karna tenaga saya masih kuat. Tetapi ada yang lebih membutuhkan daripada saya, dan mereka tidak dapat bantuan rumah itu,"ujarnya.Dia berharap agar Walinagari tidak membagikan bantuan rumah nelayan kepada kerabat-kerabatnya saja.

Terpisah, Walinagari Koto Nan Tigo, Yusrizal kepada media ini mengaku bahwa polemik bantuan rumah nelayan diduga ditunggangi oleh oknum yang menjadi lawan politiknya."Beras saja yang dibagikan sudah berpolemik, apalagi bantuan rumah. Ini saya yakin ada oknum yang sengaja ingin menjatuhkan saya,"sebutnya.

Katanya, dengan sisa jabatanya yang hanya tinggal empat bulan lagi, lawan politik sengaja mencari-cari kesalahan.Terkait soal bantuan rumah nelayan, Yusrizal mengatakan bahwa masyarakat yang menerima bantuan itu sudah memenuhi kriteria. Dan diakui memang ada kerabatnya yang memperoleh bantuan tersebut, akan tetapi, dia menganggap mereka layak untuk mendapatkan dan memenuhi persyaratan.

"Ada dunsanak tapi tetap penuhi kriteria penerima bantuan rumah nelayan,"ujar Walinagari tersebut.Dia menapik kalau yang menerima bantuan adalah para tauke seperti yang disebutkan warganya.

"Manapula ada tauke. Saya tahu itu. Tauke itu, kalau dia yang beli truss pakai uangnya pribadi. Ini tidak"tambahnya.Bantuan rumah nelayan dengan anggaran kurang lebih Rp. 7 Miliar itu, katanya sebelumnya dibangun secara bertahap. Pada 2017 sebanyak 20 unit dan di 2018 sebanyak 50 unit.

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini