SIG Tahan Tekanan Industri, Laba Naik 471 Persen pada Semester I 2026

Infografis kinerja keuangan SIG Semester I 2026: volume penjualan 18,28 juta ton, pendapatan Rp17,65 triliun, dan laba naik 471% yoy. (Foto: Ist)
Infografis kinerja keuangan SIG Semester I 2026: volume penjualan 18,28 juta ton, pendapatan Rp17,65 triliun, dan laba naik 471% yoy. (Foto: Ist)

Sementara itu, beban operasional meningkat 20,7 persen yang sebagian besar dipengaruhi kenaikan biaya transportasi.

Meski menghadapi tekanan biaya, pengelolaan arus kas dan struktur permodalan yang optimal mampu menjaga ketahanan keuangan perusahaan.

Hal itu tercermin dari penurunan beban keuangan bersih sebesar 34,5 persen karena berkurangnya utang berbunga.

SIG menyebutkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi transformasi bisnis yang dijalankan secara berkelanjutan.

Transformasi dilakukan melalui penguatan pasar mikro, peningkatan jaringan retail sales hingga menjangkau lebih banyak toko bangunan, penguatan brand presence dan product knowledge di tingkat toko, efisiensi biaya, serta pengelolaan arus kas dan permodalan yang lebih optimal.

Strategi tersebut memberikan hasil nyata. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar atau melonjak 471 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, SIG menyatakan bahwa capaian Semester I 2026 menjadi bukti ketahanan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri sekaligus sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara untuk mendorong transformasi BUMN yang menghasilkan nilai nyata bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.

Ke depan, SIG menegaskan akan terus melanjutkan transformasi bisnis untuk memperkuat daya saing perusahaan dan menjaga momentum pertumbuhan seiring prospek permintaan semen domestik yang dinilai semakin positif. (***)

Editor : Editor
Banner JMSI 2026
Bagikan

Berita Terkait
Terkini