DPRD Sumbar Gelar Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Ranperda Perubahan APBD 2026

Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Ranperda Perubahan APBD 2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Jumat (4/9/2026). (Foto: Ist)
Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Ranperda Perubahan APBD 2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Jumat (4/9/2026). (Foto: Ist)

Pada triwulan I 2026, ekonomi Sumbar tumbuh 5,02 persen secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan triwulan IV 2025 yang tumbuh 1,89 persen.

Pertumbuhan tersebut antara lain didorong kembali bergeraknya sektor perdagangan, akomodasi, makanan dan minuman, serta investasi.

Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Ranperda Perubahan APBD 2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Jumat (4/9/2026). (Foto: Ist)
Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Ranperda Perubahan APBD 2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Jumat (4/9/2026). (Foto: Ist)

Pemerintah pun tetap mempertahankan target pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun 2026 sebesar 5,70 persen melalui penguatan stimulus fiskal dan percepatan pelaksanaan program serta proyek strategis daerah.

“Pemulihan ekonomi ini harus kita jaga momentumnya. Karena itu, APBD harus mampu menjadi instrumen untuk mendorong aktivitas ekonomi, mempercepat pembangunan dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,” katanya.

Sejalan dengan itu, dalam rancangan perubahan APBD 2026, pendapatan daerah meningkat Rp315,84 miliar lebih atau 5,02 persen, dari target awal Rp6,29 triliun lebih menjadi Rp6,61 triliun lebih.

Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Ranperda Perubahan APBD 2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Jumat (4/9/2026). (Foto: Ist)
Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Ranperda Perubahan APBD 2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Jumat (4/9/2026). (Foto: Ist)

Peningkatan tersebut menunjukkan adanya penguatan kapasitas pendapatan daerah di tengah berbagai dinamika ekonomi dan fiskal.

Pada sisi belanja, pemerintah mengusulkan peningkatan menjadi Rp6,97 triliun lebih atau naik Rp570,01 miliar dibandingkan APBD awal sebesar Rp6,40 triliun lebih.

Salah satu peningkatan paling signifikan terdapat pada belanja modal yang hampir dua kali lipat, dari Rp471,12 miliar menjadi Rp941,94 miliar atau meningkat 99,94 persen.

Peningkatan belanja modal tersebut mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan fisik dan infrastruktur serta mendukung percepatan pemulihan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, belanja operasi direncanakan sebesar Rp4,87 triliun dan belanja transfer sebesar Rp1,13 triliun.

Editor : Editor
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini