Ia mengatakan, masyarakat keturunan Minangkabau di Negeri Sembilan masih mempertahankan berbagai unsur budaya yang memiliki kemiripan dengan Sumbar, mulai dari bahasa, makanan, pola kehidupan keluarga hingga tradisi menjaga hubungan kekerabatan. Namun, sebagian warisan tersebut dinilai perlu didokumentasikan secara lebih sistematis agar tetap terjaga.
“Banyak perkara tentang Minangkabau di Negeri Sembilan yang ditampakkan secara langsung sejak kecil. Kita mungkin tidak perasan, tetapi jati diri Minangkabau itu tetap ada,” ungkapnya.
Nor Noolalisch berharap kunjungan selama sekitar satu pekan di Sumbar tersebut menjadi awal bagi kerja sama yang lebih berkelanjutan antara akademisi, komunitas diaspora, dan masyarakat di Ranah Minang, terutama dalam pelestarian sejarah dan budaya Minangkabau. (adpsb/rmz/bud) Editor : MS