Jakarta, - Ketua Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta Harry Ara Hutabarat menegaskan bahwa transparansi dan penyebarluasan informasi menjadi kunci keberhasilan Gerakan Pilah Sampah dari Sumber agar dapat berdampak luas di masyarakat.
Menurutnya, kesadaran untuk memilah sampah tidak akan tumbuh tanpa edukasi dan informasi yang mudah diakses publik.
Hal tersebut disampaikannya saat sosialisasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber yang digelar di RSUD Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (10/9).
Menurut Harry, persoalan sampah tidak lagi dapat dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah semata.
Keberhasilan pengelolaan sampah, kata dia, sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah, tempat kerja, hingga lingkungan fasilitas pelayanan publik.
"Masalah sampah bukan masalah pemerintah saja, tetapi masalah kita semua. Apa yang terjadi hari ini merupakan hasil dari kebiasaan yang kita lakukan setiap hari," ujar Harry.Dalam pemaparannya, Harry menjelaskan bahwa Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 hadir sebagai langkah konkret untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin besar di Jakarta.
Tingginya volume sampah yang terus bertambah setiap hari membuat upaya pengurangan sampah dari sumber menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Ia mencontohkan sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi di lokasi pengelolaan sampah akibat gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah organik.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa persoalan sampah dapat berkembang menjadi ancaman lingkungan yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.
Editor : Editor