Wamenkes Hadiri Skrining TBC dan CKG di Lubuk Begalung, Padang Kejar Eliminasi TBC 2030

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus saat kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan skrining TBC di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Jumat (18/9/2026). (Foto: Ist)
Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus saat kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan skrining TBC di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Jumat (18/9/2026). (Foto: Ist)

Padang, - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Untuk Indonesia Sehat” yang meliputi layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TBC) di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan dihadiri langsung Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati, Ketua PDPI Sumbar Masrul Basyar, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, serta perwakilan puskesmas dan warga setempat.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyambut baik kolaborasi PDPI dan Pemko Padang, terlebih Kota Padang menjadi tuan rumah Kongres PDPI mendatang. Ia menegaskan meski Indonesia masuk 20 besar ekonomi dunia, angka kasus TBC masih tinggi.

Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menyusun strategi pemberantasan melalui pemeriksaan kontak erat di rumah dan sosialisasi CKG agar masyarakat terbiasa deteksi dini.

“Selama ini kita fokus pada orang sakit, sementara kontak di rumah tidak diperiksa sehingga menjadi potensi peningkatan TBC. Kita mencegah melalui sosialisasi CKG agar umur masyarakat panjang dan sehat,” ujar Wamenkes.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati menjelaskan seluruh 11 kecamatan telah berkomitmen melakukan penelusuran kasus.

Dari target Kemenkes 4.800 kasus TBC pada 2026, hingga kini telah ditemukan 2.700 kasus.

Penemuan aktif ini krusial agar pasien segera diobati hingga sembuh total dan memutus mata rantai penularan.

  • Tracing direncanakan di 242 titik mulai pertengahan September–November 2026;
  • Telah terlaksana di 105 titik, ditemukan 77 pasien positif TBC dari kelompok kontak erat serta berisiko tinggi (diabetes, perokok berat, lansia, anak-anak);
  • Seluruh pasien dipantau hingga masa pengobatan selesai;

Tiga unit alat ronsen paru tersedia di RSUD (2 unit) dan RS UNAND (1 unit), didukung ronsen portabel gratis kerja sama PDPI dan vendor.

“Harapan kita, kasus yang ditemukan diobati hingga 100 persen sembuh, sehingga tahun depan tidak ada lagi penularan TBC di Kota Padang,” tegas Srikurnia.

Editor : Editor
Banner JMSI 2026Banner - Berita Duka Bpk AzwarBanner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini