Data distribusi penurunan kumulatif selama 100 hari menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sisi timur dan sisi utara bangunan.
Pola distribusi penurunan tersebut memperlihatkan rasio sekitar 3,1 kali.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, kontraktor yang ditunjuk melakukan desain optimalisasi fondasi serta koreksi kemiringan bangunan.
Pekerjaan itu mencakup perkuatan fondasi dan tindakan teknis untuk mengendalikan serta memperbaiki kemiringan yang telah melampaui standar nasional.
“Kontraktor bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan konstruksi terkait koreksi dan penurunan bertahap bangunan sesuai persyaratan teknis desain menggunakan teknologi maju dan terkini yang dilakukan oleh tenaga kerja konstruksi yang ahli, terampil, dan memiliki kualifikasi tingkat tinggi,” kata Insannul Kamil yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pengembangan SDM Profesi Teknik dan Industri.Menurutnya, proyek tersebut menjadi salah satu contoh penerapan teknologi konstruksi modern dalam menangani bangunan tinggi yang mengalami penurunan diferensial dan kemiringan, sekaligus menjaga keselamatan struktur bangunan untuk jangka panjang. (***)
Editor : Editor