M Scholarship Batch 2 Lulus: 55 Mahasiswa 13 Universitas Sumbar Padukan Prestasi dan Pengabdian Sosial

55 mahasiswa dari 13 universitas di Sumatera Barat resmi lulus M Scholarship Batch 2. (Foto: Ist)
55 mahasiswa dari 13 universitas di Sumatera Barat resmi lulus M Scholarship Batch 2. (Foto: Ist)

Padang, - Mengusung semangat "Generasi Berkemajuan Membangun Masa Depan", sebanyak 55 mahasiswa dari 13 perguruan tinggi di Sumatera Barat resmi menyelesaikan rangkaian M Scholarship Batch 2.

Acara kelulusan digelar di Aula Baiturrahmah, Padang, pada 26 September 2026, menandai berakhirnya satu tahun pembinaan yang memadukan dukungan pendidikan, pengembangan karakter, kepemimpinan, hingga pelaksanaan delapan proyek sosial nyata di tengah masyarakat.

Melalui pemetaan sosial atau social mapping, para penerima beasiswa turun langsung memahami kebutuhan warga, bukan sekadar menyusun program dari gagasan sendiri.

Hasilnya, lahir delapan inisiatif di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

Setiap peserta belajar bekerja dalam tim, merancang solusi, dan menjalankannya bersama kelompok penerima manfaat.

Perpaduan antara pengembangan diri dan kepedulian sosial inilah yang menjadi ciri khas program M Foundation, lembaga filantropi di bawah M Corp Indonesia.

Nizam Ulmuluk, Staf Ahli Khusus yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat, memberikan apresiasi tinggi.

"Kami sangat mendukung program yang tidak hanya memberi bekal biaya pendidikan, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian. Semoga terus berkembang dan melahirkan generasi yang bermanfaat luas," ujarnya.

Selain proyek sosial, perjalanan satu tahun ini diisi pembinaan rutin, coaching, mentoring, serta dukungan kompetisi.

Salah satu pencapaian menonjol adalah keikutsertaan dalam Shanghai International Invention and Innovation Exhibition 2026, di mana karya M Glam Art Cycle novasi pengolahan limbah kosmetik menjadi bahan cat lukis ramah lingkungan dipamerkan ke kancah internasional.

Editor : Editor
Banner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini