"Curah hujan 3 Agustus 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan saat bencana November 2025, tetapi dampak jauh lebih rendah. Ini tandakan upaya yang telah dilakukan menunjukkan hasil baik," ungkap Reski.
"Bencana kali ini berkali lipat lebih besar dibandingkan 2011–2012, sehingga butuh studi matang untuk pengendalian banjir," tambahnya.
Penanganan memerlukan perencanaan teknis menyeluruh mulai desain, pengukuran lapangan, pembebasan lahan, hingga penganggaran.
Sinergi antara BWS dan Pemko Padang menjadi kunci agar pekerjaan berjalan tepat waktu dan bermanfaat maksimal bagi keselamatan warga.Semoga langkah ini menjadikan Kota Padang semakin tangguh dari ancaman banjir. (***)
Editor : Editor