Kepala Dinas Perhubungan Yudi Indra Sani menjelaskan, meskipun tidak menyelesaikan persoalan ketersediaan BBM secara menyeluruh, pengalihan antrean ke tempat khusus ini mengurangi dampak langsung kepada warga.
"Setiap sopir mendapatkan QR yang hanya bisa dipakai satu kali dalam 24 jam. Otomatis sistem ini sudah mengurangi para pelangsir karena nomor antrean dikeluarkan langsung oleh sistem Bank Nagari dan tidak bisa diperjualbelikan," tegasnya.
Yudi, sopir truk pengangkut pupuk subsidi, menyambut sangat positif kebijakan ini.
"Sejak adanya antrean di terminal ini, urusan kami jadi jauh lebih terbantu dan tidak perlu lagi antre di tepi jalan. Harapan kami fasilitas seperti ini bisa diterapkan juga di SPBU lainnya," ungkapnya.Semoga sistem ini terus berjalan lancar dan menjadi teladan bagi daerah lain dalam menata pelayanan publik yang lebih efisien dan adil. (***)
Editor : Editor