Pada zona elevasi 500–1.000 meter, sekitar 78,66 persen wilayahnya memiliki kemiringan lereng lebih dari 15 derajat.
Menurut Dian, kondisi lereng tersebut berpotensi mempercepat konsentrasi aliran menuju lembah saat hujan lebat. Namun, intensitas hujan, infiltrasi tanah, tutupan vegetasi, dan kelembapan tanah juga memengaruhi besarnya limpasan.
Analisis yang sama menunjukkan Perumahan Lumin Park berada pada elevasi sekitar 36,1 meter di atas permukaan laut. Kemiringan lerengnya hanya 0,62 derajat.
Sementara itu, Kampung Guo berada pada elevasi sekitar 22,7 meter dengan kemiringan 1,17 derajat.
Kedua kawasan tersebut merupakan dataran relatif landai. Namun, air dari kawasan pegunungan tetap dapat mengalir menuju permukiman melalui jaringan sungai.
Lumin Park berkaitan dengan sistem Batang Lubuk Minturun dan Batang Aia Dingin. Adapun Kampung Guo berhubungan dengan sistem sungai di kawasan Kuranji.Dian menegaskan bahwa kedua lokasi tersebut memiliki jaringan aliran dan daerah tangkapan air yang berbeda.
Pengamatan di Lumin Park juga menunjukkan air banjir masuk dari arah timur melalui kawasan sungai di belakang permukiman. Temuan ini mengindikasikan luapan sungai berperan dalam kejadian tersebut.
Sedimen Dapat Mengurangi Kapasitas Sungai
Selain aliran air, Dian menyoroti material tanah dan batuan yang terbawa dari kawasan pegunungan.
Material tersebut dapat berasal dari erosi permukaan, longsoran lereng, pengikisan tebing sungai, serta endapan yang kembali terangkut arus.
Editor : Editor