Peta Padang yang disusun Topographisch Bureau pada 1885 juga mencatat keberadaan gudang kopi, gudang garam, kantor lelang, dan kas negara. Peta tersebut diterbitkan pada semester pertama 1889.
Penataan Jalan dan Bangunan Bersejarah
Dalam peninjauannya, Khairul menggambarkan pekerjaan revitalisasi yang berlangsung di Jalan Klenteng dan Jalan Muaro. Kedua ruas tersebut masuk Paket 4 Jalan Kota Tua.
Pekerjaan itu mencakup penataan permukaan jalan menggunakan batu andesit. Kontraknya dijadwalkan berakhir pada 12 November 2026.
Saat mengamati lokasi, Khairul melihat pekerja mengupas aspal lama menggunakan ekskavator. Sejumlah bangunan tua masih berdiri di sepanjang jalan, dengan kondisi dinding mengelupas dan atap berkarat.
Ia juga menyoroti keberadaan kabel listrik dan telepon yang melintang di atas jalan. Rencana penempatan kabel bawah tanah menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki tampilan kawasan.
Namun, Khairul mengingatkan pemerintah agar menjaga kesinambungan pekerjaan. Ia tidak ingin penataan kawasan bersejarah berhenti karena keterbatasan anggaran.
“Jangan terbengkalai pula, Pak Wali,” tulisnya saat mengingatkan pentingnya keberlanjutan proyek.Khairul mengusulkan nama Klein Nederland te Padang untuk kawasan tersebut. Istilah berbahasa Belanda itu menjadi gagasan penamaan yang merujuk pada karakter historis Kota Tua Padang.
Revitalisasi Menjangkau Pasar Raya dan Pantai Padang
Selain Kota Tua, Khairul mengulas sejumlah pekerjaan penataan di pusat Kota Padang. Pekerjaan tersebut mencakup kawasan Pasar Raya dan Pantai Padang.
Di Pasar Raya, pemerintah menata kembali kawasan air mancur dengan membangun taman dan kolam. Pekerjaan itu dijadwalkan selesai pada 28 Desember 2026.
Editor : Editor