M. Lutfi Bongkar Dugaan Tekanan Asing ke MSCI, Singgung GIC dan Temasek

Mantan Mendag Muhammad Lutfi soroti divestasi saham tambang Bayan Resources. (Foto: Ist)
Mantan Mendag Muhammad Lutfi soroti divestasi saham tambang Bayan Resources. (Foto: Ist)

Lutfi juga mengapresiasi pengambilalihan 30,25 persen saham yang disebutnya mengembalikan kepemilikan strategis ke tangan nasional.

Ia menyampaikan penghargaan kepada Haji Isam dan Bank Mandiri atas peran mereka dalam proses tersebut.

Menurut Lutfi, divestasi dapat menjadi instrumen untuk menjaga kepentingan nasional tanpa harus membebani anggaran negara.

Lutfi Pertanyakan Ancaman Penurunan Klasifikasi MSCI

Selain sektor pertambangan, Lutfi menyoroti ancaman perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.

Ia mempertanyakan kemungkinan Indonesia turun dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

Menurut Lutfi, kategori Standalone Market berkaitan dengan kondisi pasar yang tidak memenuhi persyaratan tertentu bagi investor internasional.

Ia kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan kebijakan pengendalian modal atau capital control.

"Apakah Indonesia menerapkan capital control? Sama sekali tidak," tegasnya.

Lutfi juga menyebut Temasek dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC), dua institusi investasi besar asal Singapura.

Editor : Editor
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini