M. Lutfi Bongkar Dugaan Tekanan Asing ke MSCI, Singgung GIC dan Temasek

Mantan Mendag Muhammad Lutfi soroti divestasi saham tambang Bayan Resources. (Foto: Ist)
Mantan Mendag Muhammad Lutfi soroti divestasi saham tambang Bayan Resources. (Foto: Ist)

Ia mengaku menerima informasi mengenai dugaan tekanan dari petinggi GIC terhadap MSCI agar menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia.

Namun, dugaan keterlibatan GIC, Temasek, maupun pihak tertentu dalam tekanan tersebut belum terverifikasi secara independen.

Lutfi menduga persoalan yang mencuat berkaitan dengan kepentingan investor asing yang ingin membeli saham Indonesia pada harga lebih rendah.

"Dana-dana institusi asing ini sudah keluar sekitar 80 persen dari pasar Indonesia. Masalahnya, waktu mereka keluar, bursa kita tidak hancur karena harganya tidak turun. Mereka tidak bisa masuk lagi buat beli murah," ungkapnya.

Ia menilai ancaman penurunan klasifikasi berpotensi memicu kepanikan investor domestik dan menekan harga saham.

Dalam skenario yang disampaikannya, tekanan harga dapat membuka peluang bagi investor tertentu untuk kembali membeli aset Indonesia dengan harga lebih rendah.

Meski demikian, klaim mengenai keluarnya 80 persen dana institusi asing dan dugaan upaya memicu kepanikan pasar masih memerlukan verifikasi melalui data transaksi serta keterangan pihak terkait.

Serukan Solidaritas Menjaga Kepentingan Nasional

Lutfi mengingatkan bahwa Indonesia tetap perlu membuka diri terhadap investasi asing. Namun, keterbukaan tersebut harus berjalan seiring dengan perlindungan kepentingan nasional.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam dan pasar modal harus mendukung kesejahteraan masyarakat serta menjaga kendali nasional atas aset strategis.

"Jangan mau kita diadu-adu, dibuat minder oleh negara tetangga. Ini soal siapa memegang kendali atas kekayaan Indonesia. Kita harus kompak, kita harus patriotik, kita jaga harga diri bangsa kita sendiri," pungkasnya.

Editor : Editor
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini