Padang, - Ancaman kabut asap di Kota Padang tidak boleh dianggap sepele.
Hingga pertengahan Oktober 2026, kunjungan pasien terkait Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat mencapai 51.137 kunjungan sejak 17 Agustus.
Angka ini menjadi alarm penting bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara memburuk dan risiko gangguan pernapasan semakin meningkat.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengingatkan warga agar tidak mengabaikan dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan.
Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta mengurangi kegiatan di ruang terbuka selama kualitas udara belum membaik.
Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi perhatian bersama, khususnya demi melindungi anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya."Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau warga agar menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kabut asap masih mengganggu kualitas udara. Jangan abaikan kesehatan, terutama anak-anak dan kelompok rentan," ujar Muharlion pada Selasa (20/10/2026).
Perhatian khusus juga diarahkan kepada para orang tua selama kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berlaku.
Muharlion meminta keluarga memastikan anak-anak tidak terlalu sering bermain di luar rumah ketika kabut asap masih menyelimuti kota.
Kebijakan belajar dari rumah memerlukan dukungan pengawasan orang tua agar upaya mengurangi paparan asap benar-benar berjalan efektif.
Editor : Editor