Pembahasan kemudian melalui evaluasi kementerian terkait sebelum akhirnya difinalisasi di Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurut Zigo, rencana awal pembangunan mencakup dua jalur dengan kebutuhan anggaran hampir Rp100 miliar.
Namun, keterbatasan anggaran mengharuskan seluruh pihak mencari solusi agar pembangunan tetap terlaksana.
“Yang paling penting saat ini, jalan tersebut bisa ditembus dan dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Zigo berharap pembangunan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan konektivitas wilayah di Kota Solok.
Ia juga akan mengupayakan peningkatan status Jalan Lingkar Utara menjadi jalan nasional agar pengembangan infrastruktur tersebut dapat berlanjut sesuai kewenangan pemerintah pusat.
Ia meminta Pemerintah Kota Solok, DPRD, tokoh masyarakat, dan warga mendukung pelaksanaan pekerjaan.Menurutnya, dukungan semua pihak penting agar pembangunan berjalan lancar dan anggaran yang telah dialokasikan tidak kembali ditarik.
“Kita harus memastikan bahwa kesempatan yang sudah diperoleh Kota Solok ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Andi, menyampaikan bahwa proses kontrak ditargetkan rampung pada akhir November atau awal Desember.
Editor : Editor