Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Padang Pariaman, Siska Primadona, melaporkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Pusdatin Kementerian Sosial RI pada Triwulan II Tahun 2026, jumlah masyarakat yang tercatat dalam DTSEN Kabupaten Padang Pariaman mencapai 252.541 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46.339 jiwa berada pada Desil 1 (sangat miskin), 46.174 jiwa pada Desil 2 (miskin), 53.296 jiwa pada Desil 3 (hampir miskin), 106.732 jiwa berada pada Desil 4 dan 5, serta masih terdapat 1.586 jiwa yang belum memiliki klasifikasi desil.
Untuk program perlindungan sosial nasional, tercatat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 15.254 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 25.412 KPM, serta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) sebanyak 146.580 jiwa.
Menanggapi masih adanya 1.586 warga yang belum memiliki klasifikasi desil, Bupati meminta agar data tersebut segera dipilah hingga tingkat nagari sehingga menjadi prioritas dalam proses verifikasi dan validasi lapangan oleh para operator.
Bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas operator SIKS-NG serta DTSEN dalam melakukan pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat secara akurat dan berkelanjutan. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Tim Ahli Pusdatin Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, serta diikuti oleh seluruh operator SIKS-NG dan DTSEN nagari se-Kabupaten Padang Pariaman. Turut hadir para camat dan Ketua Forum Wali Nagari (Kominfo) Editor : MS