Mubes IWO Satu Alot, Nyaris Ricuh, Jodhi Kembali Jadi Ketum

Ketua IWO Sumbar Bhenz Marajo di arena Mubes IWO I di Hotel Mega Puri Jakarta, 9/9.Anggota DPD RI Nofi ChandraKetua Komisi IV DPRD Sumbar HM NurnasAnggota DPRD Padang Aprianto
Ketua IWO Sumbar Bhenz Marajo di arena Mubes IWO I di Hotel Mega Puri Jakarta, 9/9.Anggota DPD RI Nofi ChandraKetua Komisi IV DPRD Sumbar HM NurnasAnggota DPRD Padang Aprianto

[caption id="attachment_3104" align="aligncenter" width="1040"] Mubes IWO I kelar Yodhi Yudono tetap Ketua Umum IWO Indonesia, Jumat 9/9 (foto: whatshap group pimpinan IWO)[/caption]Jakarta,---Jodhi Yudono terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia pada Musyawarah Bersama (Mubes) IWO I 8-9 September di Jakarta, Jodhi dipilih secara musyawarah dan mufakat.

"Allhamdulillah ini amanah berat karena saya dipilih oleh 300 peserta Mubes dari 31 IWO provinsi dan peserta dari kota dan kabupaten se Indonesia,"uajr Jodhi Yudono, saat penutupan Mubes IWO I, Jumat, 9/9 malam.Jodhi mengakui tugas berat kedepan bagi IWO Indonesia adalah mendaftarkan kepengurusan ke Kemenkumham dan mendaftar sebagai konstituen organisasi pers ke Dewan Pers.

"Senin saya akan daftarkan kepengurusan hasil Mubes IWO I ke Kemenkumham RI,"ujar Jodhi.Terpilihnya Jodhi memang sudah diprediksi dari jauh hari sebelum Mubes.

[caption id="attachment_3105" align="aligncenter" width="1024"] Ketua IWO Sumbar Bhenz Marajo di arena Mubes IWO I di Hotel Mega Puri Jakarta, 9/9.[/caption]"Bang Jodhi sudah berdarah-darah membangun IWO di seluruh Indonesia, selain itu bang Jodhi pas dipilih kembali agar marwah IWO tetap terjaga yakni wartawan online yang profesional dan tunduk pada kode etik dan UU Pers,"ujar Ketua IWO Sumbar Benni Okva Della.

Terpilihnya Jodhi tidak mulus karena arena Mubes IWO I cukup alot dalam menutus agenda Mubes, seperti AD/ART dan Kode Etik Wartawan Online."Ya alot bahkan beberapa kali nyaris ricuh, tapi masih dalam tahap toleransi dan rasa persaudaraan juga semangat IWO se Indonesia,"ujar Bendahara IWO Sumbar Adrian.

Toh alot dan ricuh apa saja organisasinya ketika Mubes pastilah terjadi. "Tapi beda dengan IWO meski alot dan nyaris ricuh, namun semua keputusan diambil lewat musyawarah mufakat tidak ada yang pakai votting,"ujar Sekretaris IWO Sumbar Erwandi Teha.Beni Okva Della atau di kalangan pewarta di Sumbar dibanggil Bhenz Marajo mengatakan IWO sudah membuat sejarah dan satu karya besar Mubes IWO pertama adalah KEWO.

"Yes Kode Etik Wartawan Online (KEWO) sudah disahkan forum Mubes artinya bagi wartawan online bergabung dengan IWO sudah punya pagar api dalan peliputan maupun membuat berita,"ujar Bhenz.Sementara itu banyak pihak di Sumbar menyanbut baik Mubes IWO pertama dan keberadaan IWO Sumbar sendiri.

[caption id="attachment_3106" align="aligncenter" width="337"] Anggota DPD RI Nofi Chandra wartawan online sangat dibutuhkan.[/caption]"Kedepan wartawan online sangat dibutuhkan seiring perkembangan pesat teknologi informasi, saya brrharap IWO tetap leading menyarakan kepentingan daerah,"ujar Anggota DPD RI asal Sumbar Nofi Chandra di Jakarta.

[caption id="attachment_3107" align="aligncenter" width="455"] Ketua Komisi IV DPRD Sumbar HM Nurnas : IWO harus bisa sajikan informasi berimbang.[/caption]Sementara Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Nurnas yang juga penasehat www.tribunsumbar.com menegaskan IWO menjawab kebutuhan publik terhadap informasi online.

"Banyak pihak terjebak  informasi hoax, saya berharap IWO bisa memberikan informasi berimbang, benar dan dipertanggungjawabkan sehingga informasi hoax bisa dikikis di dunia lini massa,"ujar Nurnas.Senada dengan HM Nurnas, koleganya Muslim M Yatim sangat mendukung keberadaan IWO di Sumbar.

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner InfografisBanner PLN Black Out
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini