[caption id="attachment_3490" align="aligncenter" width="555"]
Gas elpiji tiga kilo langka di Sumbar, Hiswana Migas sebut itu hoaks, Rabu 27/9. (foto: google)[/caption]Padang,---Marak dikeluhkan masyarakat gas elpiji 3 kilo langka di pasaran dibantah keras piblhak Hiswana Migas Sumbar.
"Itu hoaks, tidak benar sama sekali, mulai pasokan hingga distribusi di pasaran normal kok,"ujar Kepala Bagian Gas Elpiji Hiswana Migas sujbar Azwir, Rabu 27/9 di Padang.Menurut Azwir biasa dipanggil Pak Ujang, kelangkaan jelas tidak ada, karena sekarang untuk gas elpiji banyak pilihan.
"Ada tiga kilo, ada lima kilo atau 12 kilo juga ada dipasarakan,"ujarnya.Sedangkan soal pemakaian gas elpiji 3 kilo tidak sesuai peruntukan menurut Azwir itu tidak kewenangan pihaknya.
"Ada Disperindag yang melakukan sosialisasi pemakaian gas tiga kilo hanya untuk rumah tangga miskin, ada penyalahgunaan maka Disperindag bisa bertindak,"ujarnya.Menyikap maraknya pemberitaan soal gas elpiji 3 kilo langka di berbagai daerah Sumbar Pak Ujang mengatakan aktualnya tidak langka.
"Ada berbagai faktor penyebabnya, bisa saya dalan pengangkutan terkendala sampai ke daerah, atau pemakaian yang meningkat dari jumlah kuota yang diberikan ke setiap daerah,"ujarnya.Azwir atau Pak Ujang tidak menapik kalau adanya usaha masyarakat seperti warung makanan maupun gerobak makanan menggunakan gas tiga kilogram.
"Ini termasuk terjadi peningkatan pemakaian gas 3 kilo,"ujarnya.Tapi kalau soal distribusi menurut Azwir tidak terlalu berpengaruh terhadap pasokan gas tiga kilo."Sepanjang pengawasan Hiswana Migas penyaluran gas elpiji 3 kilo ke daerah biasa dan normal saja,"ujarnya.Lalu solusi terkait penambahan kuota gas elpiji ke suatu daerah, Azwir mengatakan tidak bisa dilakukan oleh Hiswana Migas.
"Prosedur menambah kuota yakni harus ada pernintaan dari pemerintah daerah dan DPRD, Hiswana Migas tidak berwenang menambah kuota,"ujarnya.Tapi intinya kecendrungan masyarakat sekarang sudah beralih dari keterantungan kepada minyak tanah atau kayu bakar, kini gas elpiji sudah menjadi kebutuhan utama.
"Akibatnya pemakaian gas elpiji di Sumbar setiap hari terus bertambah di mana pun daerah di Sumbar ini,"ujarnya. (erwandi)
Editor : Adrian Tuswandi, SH