Moralitas Remaja, dan Membangun Kepedulian

Khairul Ikhwan (foto: dok)
Khairul Ikhwan (foto: dok)

Agar prilaku a moral ini tidak mudah dilakukan, diperbuat maka aparat hukum harus menindak tegas, memberikan hukuman secara tegas dan berat pada pelaku. Jika hukum ditegakan maka semua orang akan takut, patuh, lalu tertib dan taat secara hukum, serta tindakan a moral bisa berangsur hilang.Sehubungan petugas penegak hukum terbatas jumlahnya bisa jadi mengandalkan ketegasan hukum juga tidak menyelesaikan masalah, untuk itu kepedulian masyarakat untuk menghidupkan kontrol sosial sangat dibutuhkan. Kepedulian mesti ditumbuhkan dari lingkungan terkecil seperti tetangga, kemudian kelompok masyarakat sampai pada tingkat lingkungan yang lebih besar. Masyarakat mesti mencegah terjadinya perbuatan yang melanggar norma susila, dengan menghidupkan kembali sanksi sosial.

Tulisan ini mengingatkan semua bahwa kasus a moral sangat memprihatinkan saat ini. dengan ada penjelasan di atas akan mengugah semua pihak bahwa ke depan mari sama-sama bangun sosial budaya agar penyimpangan moral tidak terjadi lagi di Sumatera Barat.Bahwa kemuliaan peradaban suatu bangsa haruslah dibangun dengan moral, adab dan akhlak yang mulia, tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Kalau mental dan moral suatu bangsa bejat dan hancur, percayalah, bangsa dan negara itu berada di ambang kehancuran, sebagaimana yang pernah ditulis oleh Syaikh Musthafa Al-Ghilayini dalam Idzatun Nasyi'in, dengan mengubah sebuah syair; "Maju dan mundurnya suatu bangsa, tegak dan runtuhnya suatu negara, tergantung kepada moral dan akhlaknya, apabila moral dan akhlaknya baik, maka baiklah suatu bangsa dan negara itu, tapi apabila moral dan akhlak bangsa jelek dan bobrok, maka hancurlah bangsa dan negara itu".

Wallahu'alam..(analisa/rewrite-terasutama-padek/070321)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini