Dies Natalis ke 66, FMIPA Bersinergi dengan Peternak Unggas untuk Ciptakan Pakan Berkualitas

oleh -172 views

Padang,—Menyambut Dies Natalis ke 66, FMIPA UNAND bermanfaat dan berdaya guna, para akademisi pun berkolaborask dan bersinergi bersama Peternak Unggas, Ikan, dan Penggiat Maggot BSF untuk menciptakan pakan berkualitas dan murah.

Bahkan untuk penggiat Maggot di Sumbar seperti kecambah jamur tumbub di musim hujan, ada lebih 1000 penggiat Maggot.

Tapi, kadangkala para penggiat kebingungan memasarkan Maggotnya, dan terpaksa dijual murah ke  masyarakat jika produksi melimpah.

Akibatnya banyak juga yang tidak melanjutkan usahanya. Sementara di sisi lain banyak peternak ayam, itik ikan dan lain lain terpekik dengan harga harga pakan yang melangit.

Menangkap kondisi dan kegelisahan yang di lapangan salah satu praktisi Maggot yang juga berasal dari kalangan akademisi FMIPA, Dr. Resti Rahayu mendiskusikan dengan pimpinan di FMIPA untuk menggagas pertemuan antara peneliti dari UNAND, investor dan komunitas peternak dan penggiat Maggot mencarikan solusi yang ada di tengah masyarakat peternak tersebut.

“Tidak menunggu lama, gagasan tersebut disambut baik pimpinan FMIPA dan langsung meminta merealisasikan dalam bentuk diskusi bersama FGD, Allhamdulillah,” ujar Dr Resti, Minggu 5/9-2021.

FGD sebagai sinergisitas akademisi FMIPA Unand juga untuk menyambut Dies Natalis FMIPA Unand ke 66 pada 13 September 2021 dalam ujud Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen-dosen FMIPA Unand.

“Pola.pertemuan dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD) dengan Tema Membangun Sinergi FMIPA UNAND dengan komunitas peternak unggas, ikan, dan penggiat Maggot dalam penyediaan pakan mandiri di masa pandemi covid-19, dan pelaksanaanya tetap memperhatikan protokol kesehatan, digelar Sabtu 4 September 2021,”ujar Dr Resti.

Kegiatan dilakukan di rumah Maggot sumbar (Minagot Sumbar), dibuka Wakil Dekan 2 FMIPA UNAND Prof. Syamsuardi yang menyampaikan perlu adanya sinergi yang baik antara universitas dengan masyarakat,

“salah satunya mewujudkan diproduksinya pakan yang berkualitas namun murah. Tentu dituntut peran akademisi bagaimana bisa mentranfer hasil-hasil penelitianya kepada masyarakat sehingga bermanfaat dan FGD inilah salah satu wadahnya,” ujar Wakil Dekan 2 FMIPA Unand, Sabtu kemarin.

Di FGD itu para pembudidaya Maggot mengatakan selain harga Maggot di pasaran tidak jelas dan meminta pihak universitas menciptakan mesin pencacah sampah yang murah sehingga terjangkau oleh mereka untuk membantu usaha budidaya Maggot.

“Termasuk juga adanya sampah terpilah yang sangat membantu bereka dalam berusaha. Unand berupayakan akan mencoba memfasilitasi harapan ke program studi terkait di UNAND ataupun diluar UNAND nantinya,” ujar Resti.

Terkait pemasaran Maggot, pihak Unand. pun kata Dr Resti Rahayu bersedia untuk menampung hasil panen Maggot segar komunitas Maggot dengan harga yang kompetitif.

“Hal itu disampaikan langsung oleh Bapak Dr. Montesqrit, S.Pt., M.Si yang saat ini dipercaya menjadi penanggung jawab rencana Unand untuk membuat Pabrik Pakan Mini untuk puyuh,” ujar Dr Rssti.

Adanya jaminan harga kompetitif di Unand harapannya tentu bisa menaikan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk diketahui bahwa protein yang terkandung di dalam Maggot bisa menjadi alternatif protein di dalam pelet yang mampu memenuhi protein bagi ternak unggas dan ikan,”ujar Dr Resti Rahayu.

Wakil dari Komunitas Maggot Sumbar yang akrab dipanggil Pak Arsal atau Pak Ketua mengucapkan terimakasih kepada Universitas Andalas yang telah mengadakan acara ini, menambah semangat buat mereka untuk tetap berkarya dalam menopang kehidupan keluarga.

Ketua Panitia Dies Natalis Unand, Dr. Henny Herwina menyampaikan kegiatan PKM diadakan dengan dua media yaitu online dan langsung untuk memfasilitasi kawan kawan dosen yang ikut serta dalam kegiatan ini karena dibatasi oleh PPKM.

Dr Henny Herwina menambahkan bahwa akan ada beberapa kegiatan yang sedang dikemas untuk menyambut dan memperingati dies natalis FMIPA.

“Saya berharap kegiatan ini dapat mencari jalan keluar ditengah banyaknya persolan bangsa saat ini,” ujar Dr Henny. (rr)