Contohnya, Ikan Bilih dari Danau Singkarak yang selama ini hanya dikonsumsi lokal, ke depan harus bisa menjadi produk olahan bernilai tinggi yang dikemas modern dan dipasarkan ke luar daerah.
Atau kerajinan Songket Silungkang, jangan hanya dibeli saat perantau pulang kampung atau lebaran, tapi bisa menembus pasar fashion nasional, bahkan internasional. Tentunya dengan kualitas, harga, dan distribusi yang bersaing.
Namun, yang tak kalah penting untuk menjadi perhatian adalah bagaimana memastikan program ini berjalan berkelanjutan.
Merancang sebuah program kreatif adalah satu hal, tetapi mempertahankannya agar terus hidup dan berkembang adalah tantangan tersendiri.
Jangan sampai latah. Misalnya, ketika seorang anak muda mendirikan usaha coffee shop, maka tiba-tiba coffee shop tumbuh di mana-mana bak jamur di musim hujan.Ketika satu coffee shop gulung tikar, maka tidak sedikit pula yang mengikutinya dan beralih pula ke usaha lain. NCH tidak boleh menjadi proyek sesaat yang berakhir tanpa hasil.
Harus ada komitmen jangka panjang, pendampingan yang terus-menerus, dan kolaborasi erat antara masyarakat dan pemerintah. Semoga.. (***)
