Menyoal Nagari Creative Hub Ala Mahyeldi-Vasko

Foto Havina Mirsya ‘Afra

Potensi lain yang tak kalah penting adalah kekayaan kuliner Minang yang sudah tidak perlu diragukan.

Rendang, yang telah dinobatkan sebagai makanan terlezat dunia versi CNN International, hanyalah satu dari sekian banyak kekayaan gastronomi Sumbar.

Dari Dendeng Balado, Sate Padang, hingga olahan-olahan khas lain, kuliner Minang menyimpan potensi ekonomi luar biasa, terlebih di tengah tren industri kuliner dan pariwisata berbasis pengalaman (experience tourism).

Jika berkunjung ke Sumbar, lidah akan dimanjakan oleh aneka kuliner khas, yang hanya punya dua rasa: lamak dan lamak bana (enak dan enak sekali).

Tak berhenti di situ, sumber daya manusia (SDM) masyarakat Minang juga menjadi modal sosial yang luar biasa. Sebagai entitas yang memiliki jiwa entrepreneurship, jangan pernah ragukan kepiawaian masyarakat Minang dalam “manggaleh” (red: berdagang).

Hal ini sejatinya telah menjadi DNA yang berurat berakar semenjak dahulunya dan terus mengalir dari generasi ke generasi.

Belum lagi jaringan perantau Minang yang tersebar di seluruh Indonesia hingga luar negeri, ini akan menjadi kekuatan besar jika mampu diorganisir dan disinergikan dengan baik.

Melihat potensi-potensi tersebut, gagasan Nagari Creative Hub sebenarnya bisa menjadi simpul penting untuk mengembangkan dan mengelola semua keunggulan itu.

Membangun NCH tidak cukup hanya dengan niat baik. Dibutuhkan langkah-langkah konkret yang terukur.

Menurut hemat penulis, sentuhan NCH harus kekinian dan intervensi pemerintah harus memiliki tolok ukur yang jelas dan terarah. Langkah kongkretnya adalah, pertama, temukan keunggulan di setiap Nagari.

Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Opini lainnya
Terkini