Apakah itu potensi di sektor kuliner, hasil pertanian, destinasi wisata, atraksi budaya ataupun kerajinan UKM. Setiap nagari memiliki kekuatan dan ciri khas masing-masing.
Kedua, membangun citra positif dan branding yang kuat. Produk dan potensi nagari harus dikemas dengan baik agar menarik minat pasar.
Tidak cukup hanya bagus, tapi juga harus terlihat menarik dan siap bersaing. Tidak cukup hanya menjual "kopi nagari", tetapi harus menjadi "Kopi Solok: Rasa Autentik dari Danau Kembar".
Tidak cukup hanya menjual "songket", tetapi "Songket Silungkang: Warisan Budaya Bernilai Tinggi". Branding ini penting untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Sumbar di pasar internasional.
Ketiga, menemukan strategi pemasaran yang efektif dan berkelanjutan. Di era sekarang, transformasi digital adalah syarat wajib.
Produk-produk nagari harus masuk ke dunia e-commerce, promosi lewat media sosial, dan memanfaatkan platform digital lainnya untuk memperluas pasar.Untuk itu, masyarakat Sumbar patut berbangga sekaligus bersiap untuk berkolaborasi aktif dengan pemerintah daerah.
NCH harus menjadi mesin dan energi baru bagi perekonomian nagari. Tentu saja dibutuhkan sinergitas berbagai pihak untuk mewujudkan gagasan brilian ini.
Barangkali kita lazim mendengar ungkapan, “Jangan Lagi Berikan Masyarakat Ikan, Tetapi Berikanlah Pancing”.
Namun, menurut hemat penulis, NCH tidak hanya bicara soal pancing atau ikan, tetapi bagaimana hasil tangkapan itu bisa diolah, dikemas, dan dijual hingga ke pasar nasional bahkan internasional.


