Makna Informasi Menurut Al-Qur'an

Foto Musfi Yendra

Informasi yang benar dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik, memperkuat ukhuwah, dan menciptakan masyarakat yang harmonis.

Sebaliknya, informasi yang salah bisa menjadi sumber kerusakan.

Karena itu, tanggung jawab sosial dalam menyampaikan informasi menjadi bagian dari nilai keislaman yang luhur.

Ada pula pembatasan dalam penyampaian informasi menurut Al-Qur’an. Tidak semua informasi patut disebarluaskan, terutama yang menyangkut aib pribadi, rahasia negara, atau hal-hal yang berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar.

QS. An-Nisa ayat 83 menyebutkan: "Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya.

Padahal jika mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat mengetahuinya)".

Ayat ini menunjukkan pentingnya menyerahkan informasi sensitif kepada pihak yang berwenang sebelum diumumkan ke publik.

Dalam dimensi spiritual, penyampaian informasi juga berada dalam pengawasan Allah SWT. QS. Qaf ayat 18 menyatakan: "Tiada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)".

Ini menjadi pengingat bahwa setiap informasi yang kita sebarkan akan dipertanggungjawabkan, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Oleh karena itu, menyampaikan informasi dalam Islam bukan sekadar tindakan duniawi, melainkan juga bagian dari pertanggungjawaban ukhrawi.

Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Opini lainnya
Terkini