Makna Informasi Menurut Al-Qur'an

Foto Musfi Yendra

Hal ini menunjukkan bahwa informasi yang benar tidak hanya harus disampaikan, tetapi juga dijaga dari distorsi.

Etika dalam penyampaian informasi turut menjadi sorotan dalam Al-Qur’an.

Penyebaran informasi tidak boleh dilakukan dengan cara yang mencemarkan nama baik, merendahkan martabat orang lain, atau menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Larangan terhadap ghibah (menggunjing) dan su’udzan (buruk sangka) merupakan contoh nyata bahwa Al-Qur’an mengatur bukan hanya isi, tetapi juga cara penyampaian informasi.

Dalam QS. An-Nahl ayat 125, Allah memerintahkan untuk menyeru manusia ke jalan-Nya dengan hikmah dan pelajaran yang baik, serta berdebat dengan cara yang lebih baik.

Prinsip ini menegaskan bahwa komunikasi dalam Islam harus dijalankan dengan kebijaksanaan dan penuh adab.

Al-Qur’an juga memperingatkan tentang bahaya menyebarkan berita bohong atau fitnah. Dalam QS. An-Nur ayat 15, Allah menegur mereka yang dengan ringan menyebarkan kabar bohong:

"Ketika kamu menyebarkannya dengan lidahmu dan mengatakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya suatu hal yang ringan saja. Padahal di sisi Allah itu adalah hal yang besar".

Ayat ini menyadarkan bahwa informasi yang keliru, meskipun tampak sepele, bisa membawa dampak besar dan merupakan dosa besar di sisi Allah.

Dalam konteks sosial, informasi menurut Al-Qur’an juga berfungsi sebagai alat untuk mewujudkan keadilan.

Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Opini lainnya
Terkini