Ini adalah bentuk transparansi dan keterbukaan terhadap kritik dari rakyat.
Khalifah Umar bin Khattab pun dikenal sering turun langsung ke masyarakat, mendengar keluhan, dan tidak segan mengubah kebijakan bila terbukti merugikan rakyat.
Ia juga tidak melarang masyarakat mengkritiknya secara langsung di hadapan umum, bahkan mengapresiasi kritik tersebut.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz melanjutkan tradisi ini dengan membuka akses terhadap seluruh keputusan pemerintah.
Ia memberantas korupsi, menolak hadiah dari pejabat, dan memastikan seluruh aparatnya bekerja secara jujur dan terbuka.
Ia bahkan meminta catatan kekayaan pejabat negara untuk diaudit secara berkala.Ini adalah cerminan keterbukaan informasi yang tidak hanya menguntungkan rakyat, tetapi juga menjaga integritas negara.
Pemerintahan yang ia pimpin dikenal sangat bersih dan transparan, menjadi contoh ideal dalam sejarah Islam.
Menariknya, pada masa Nabi Muhammad, informasi juga digunakan sebagai alat strategis dalam perang.
Dalam konteks perang, informasi, penyebaran syair, kabar, dan opini menjadi sarana membentuk persepsi publik.
