Kalau kita sepakat bahwa Idul Adha adalah tentang ketulusan dan pengorbanan, maka mari kita mulai dari hal sederhana: menjaga lisan, menahan tangan, dan menata niat dalam setiap interaksi baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
Karena pada akhirnya, yang akan dikenang bukan seberapa keras kita bersuara, tapi seberapa bijak kita menjaga silaturahmi.(***)Baca juga: Abu Janda, Mulutmu Itu



