Protokol Kerja

oleh -148 views
Prof Elfindri (foto: dok)

Oleh : Elfindri

Direktur SDGs UNAND

SERING kata protokol disebutkan, banyak pula orang awam yang mungkin belum paham.

Protokol merupakan sebuah mekanisme dan desain sebuah projek untuk dilaksanakan. Dan segala antisipasi yang ditimbulkan dengan dilaksanakannya actitivitas. Termasuk segala konsekwensi yang ditimbulkan.

Dalam setiap pelaksanaan aktifitas, dia tidak hanya berhenti atau selesai dengan sebuah “kertas” yang menuntun sebuah kebijakan.

Namu juga mengantisipasi jika ada ketidakteraturan muncul, dan bagaimana upaya memperbaikinya.

Dalam manajemen kebijakan publik, sebuah protokol kegiatan perlu melalui tiga tahap penting. Perencanaan, Pelaksanaan dan Monitoring.

Protokol tidak berhenti dipedomani pada pelaksanaan saja. Namun justru bagaimana akuntabilitas dan risiko pelaksanaanya.

Kuat pada tahap perencanaan dan pelaksanaan memerlukan sosialisasi, dengan berbagai strategi. Model sosialisasi juga tidak bisa sertamerta selesai. Memerlukan pengecekan apakah proses sosialisasi jalan atau tidak.

Dalam perjalanan, evaluasi PSBB misalnya hampir seluruh masyarakat pernah mendengar, namun hanya dua pertiga yang melaksanakan.

Ini mirip jika kita ingin memperbanyak pembagian masker, maka masker pun perlu dimonitor apakah mereka sudah memasang dan menggunakan secara benar dan berkelanjutan.

Bagaimana jika maskernya tidak dipakai secara baik, perlu ada perbaikan sampai patuh.

Tapi sekiranya masih ada yang melanggar, maka protokol yang baik disertai dengan sanksi yang jelas dan tegas.

Pada tahap inilah yang sering tidak berjalan di mana sanksi tidak banyak yang menjalankan.

Kalaupun ada, yang banyak adalah menjadikan protokol untuk sebagai pintu masuk “rate taped”, penangkapan pelanggar lalulintas oleh pengendara motor. Membiarkan pelanggar protokol kesehatan. Rumah  sakit yang salah mesti ada sanksi, demikian juga masyarakat yang salah mesti ada sanksi.

Dalam sebuah dokumen tata rertib sebagai mahasiswa di Flinders University South Australia, seorang mahasiswa yang mencontek ujian kedapatan maka seluruh mata ajar yang sudah dinyatakan lulus dibatalkan.

Akhirnya, menjalankan protokol akan membuat kita patuh, dan kebijakan baru akan banyak manfaatnya.(analisa)