Dia waktu itu langsung merangkul sang ayah dan ibunya yang sudah susah membesarkan dirinya dengan penuh harapan. Mereka berpelukan. Aprianto yang resmi menyandang status sebagai anggota dewan terlihat sesungukan menahan haru.
“Terimakasih pa. Terimakasih ma, doakan Peri selalu lurus dalam menjalankan amanah ini,”ujar Peri lirih.
Aprianto lahir bertepatan dengan Hari Kartini 33 tahun lalu, Aprianto ditasbihkan sebagai anggota DPRD Padang termuda karena saat diambil sumpah dia berumur 32 tahun. Meski sudah 11 bukan berprediket wakil rakyat, Aprianto tetap rendah hati, mudah bergaul dan suka menegur siapa saja.
“Menjadi wakil rakyat ada batas waktu sementara bergaul dan bersahabat itu sepanjang waktu,”ujarnya.Peri dianggap mengerti dan paham kondisi masyarakat, sebab benar-benar berasal dari golongan yang tak berada. Doa-doa menyertai pelantikannya waktu itu. Ayah dua anak tersebut diharapkan tak tergelincir di dunia politik praktis, yang banyak godaan.Harapan itu pula yang jadi keinginan Khairul. Anaknya, diminta tak besar kepala. Dan tetap mengenal asalnya yaitu dari kekuarga marasai tapi punya semangat kerja untuk menjalani hidup.(rul/sumber lain jpnn)
Editor : Adrian Tuswandi, SH