3.Citra perempuan sebagai kaum yang lemah lembut.4.Ajaran agama yang ditafsirkan secara sempit dan parsial.
5.Kurangnya political will pemerintah.6.Kekurangan kualitas individu perempuan dan kaderisasi politik.
Seharusnya di era saat ini, itu tidaklah menjadi faktor penghambat bagi kaum perempuan untuk memperjuangkan aspirasi dan suara-suara perempuan diluar sana demi kemajuan dan kesejahteraan.Permasalahan mengenai kesetaraan gender di Indonesia, didukung dengan lambatnya pemahaman tentang gender itu sendiri.
Anggapan masyarakat tradisional bahwa kaum perempuan hanyalah subjek yang berada dalam lingkup keluarga, mengurusi anak, dan berurusan dengan peralatan dapur.Meskipun begitu keterlibatan perempuan dipastikan memiliki andil yang luar biasa dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.(analisa) Editor : Adrian Tuswandi, SH