Berselancar di 'Kelok 44' Sungai Goisoinan Siberut

Sungai Gaisonan Siberut Mentawai. (ilh)
Sungai Gaisonan Siberut Mentawai. (ilh)

Sementara ancaman pada penumpang dari kedua sisi juga tak henti mengintai. Dahan dan dedaunan yang menjorok tepat di atas permukaan sungai kerap 'membelai tajam' tubuh penumpang yang kurang waspada. Tak ayal, lutut kanan penulis 'ngilu' terlecut potongan dahan di perjalanan pulang.Belum lagi bicara bagaimana para penumpang menjaga keseimbangan agar perahu tidak oleng dan 'etika' saat turun dari pompong. Sungguh mendebarkan dan tak akan terlupa.

Bakti untuk NegeriPerjalanan penuh resiko dimalam hari. Mesti dilakukan, karena program donasi sollar cell dan lampu mushalla Umar bin Khattab Bekeilleuk memaksa team menunggu hari gelap, untuk mengetahui sejauh mana fungsi dan efek penerangannya terhadap lingkungan sekitar.

Donasi lampu LIMAR, yang khusus di pesan dari Bandung, agar dapat terpasang dengan baik dan mampu menjadikannya sebagai sumber terang warga. Bersyukur tujuan tercapai, maka episode penutup harus tayang.Kesekian kali, anggota team harus berlapang dada, bersempit kaki dan berjaga keseimbangan selama berjam-jam. Kali ini bergantian hujan, gerimis dan malam cerah bintang gemintang bertabur dilangit.

Selintas teringat saat melihat keceriaan bocah mandi dan bermain di keruhnya air dimulut dermaga. Juga ibu-ibu membawa anak gadis berjilbab panjang kinclong donasi sebelumnya. Dan seorang bapak berbaju Koko hijau luntur, gabung shalat Ashar berjamaah di Mesjid Nurul Falah, dusun Salappa.Keletihan karena tidak 'ngapa-ngapain' selama berjam-jam terbayar dengan mengingat kebahagiaan yang terpancar dari wajah masyarakat dusun. Sumbangan baju, mukena, kain sarung dan buku iqra disambut antusias. Terlebih anak-anak, saat berikutnya disuguhi aneka snack dan cemilan, yang menggugah selera.

PenutupDi gulita, jauh saat mentari nyenyak diperaduan. Serombongan kecil jemaah, berbaris rapi dan rapat. Duduk tenang diatas perahu. Untuk kembali menyusuri keseruan 'Kelok 44' sungai Goisoinan, dari Salappa menuju Islamic Center Siberut.

Bersama mereka, pejuang dakwah dan kemanusiaan, Ustadz Irwan Rachman, Arif, Jaiz, Panji, Roy, Wiranto, usai tunaikan amanah. Menyapa dhuafa, merangkul mualaf dan menyalurkan bantuan, di jantung bumi Sikerei.Gemeretak mesin tempel merk Honda jadi saksi, mengawal penuh hari penuh liku nan panjang. Dan Inshaa Allah akan terulang kembali, karena banyak saudara yang menunggu. Semoga. (analisa)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini