Begitu juga halnya kepada anak-anak, yang ketika si anak kecil itu membutuhkan perhatian, tapi dia tidak mendapatkannya dia harus berusaha untuk mencuri perhatian itu. Ia akan mencari bagaimana caranya bisa mendapatkan kebutuhannya tersebut. Seperti marah-marah, membanting sesuatu, atau nangis berlebihan.Jika pembaca artikel merasa bahwa, ternyata mengalami hal-hal demikian karena disebabkan korban orangtuanya. Maka jangan menyalahkan menyalah mereka. Akan tetapi, kita harus fokus bagaimana caranya membangun masa depan. Jika kita nanti punya anak, pastinya kita tidak melakukan hal yang sama seperti kejadian terdahulu.
Ingatlah, semuanya belum selesai, semuanya belum berakhir, semuanya bisa diperbaiki jika kita menyingkirkan sedikit egosentrisme kita.Selama dunia ini masih berputar, maka masih ada harapan.(analisa) Editor : Adrian Tuswandi, SH