Jejak intelektual Andrinof yang paling mengesankan di awal reformasi adalah terbitnya buku Gagalnya Pembangunan: Membaca Ulang Keruntuhan Orde Baru (LP3ES, 2001 & 2012). Saat pertama kali terbit, buku tersebut diapresiasi luas kalangan cendekiawan dan pengamat masalah Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.Semangat Membangun dan Berbagi
Kalau Presiden ke ranah Minang, banyak orang yang sudah tahu, terutama para sahabatnya: Pasti ada Andrinof mendampingi. Apa harus begitu? Ketika ditanyakan, founder Cirus Surveyors Group ini hanya tersenyum, kemudian bercerita.Menurut Andrinof, ketika hampir setahun menjabat Presiden, Jokowi belum sempat berkunjung ke Sumatera Barat. Kunjungan pertama terjadi pada Oktober 2015. Tepatnya ketika masa jabatan Jokowi satu tahun kurang dua minggu memimpin Indonesia. Sekitar dua bulan setelah Andrinof diberhentikan sebagai menteri oleh Jokowi.
Dalam catatan untuk kunjungan ke ranah Minang saat itu, Presiden akan didampingi tidak kurang lima orang menteri. Dari lima orang yang berstatus menteri tersebut, tidak termasuk Andrinof A Chaniago, karena sudah diberhentikan dari jabatan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada 12 Agustus 2015 bersama lima orang menteri lainnya.Namun, walau sudah bukan menteri, Andrinof tetap harus ikut dalam rombongan kunjungan pertama Presiden ke Sumbar Oktober 2015 itu. Ini maunya Presiden. Bahkan, dalam perjalanan ke Sei Nyalo, Kawasan Mandeh, Pesisir Selatan yang memakan waktu tiga jam, Andrinof berada satu mobil dengan Presiden dan Ibu Negara. Sang ajudan Presiden yang secara protokoler biasanya selalu satu mobil dengan Presiden, terpaksa ikut di mobil lain. Presiden ingin semobil dengan Andrinof, untuk membicarakan banyak hal.
Menjelang sampai di Sei Nyalo, Andrinof mohon izin ke Presiden untuk tidak ikut rombongan balik, karena sudah berencana mau menindaklanjuti rencana aksi mewujudkan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh yang dicanangkan Presiden pada hari itu. Presiden tidak memberikan jawaban iya atau tidak.Akhirnya, saat acara usai dan Presiden beserta rombongan mau menaiki helikopter untuk meneruskan kunjungan ke Mentawai, Andrinof memisahkan diri dari rombongan. Tapi, selang beberapa menit dan rombongan sudah berada di tiga helikopter, seorang anggota Paspampres datang berlari menghampirinya sambil berkata, ”Pak Andrinof, Bapak diminta ikut oleh Pak Presiden.”
Akhirnya mau tidak mau Andrinof menunda rencananya berkumpul dengan tokoh masyarakat, unsur Pemkab Pessel dan para pegiat di Sei Nyalo yang sudah hadir.Kawasan Wisata Mandeh adalah kawasan wisata yang diinisiasi Andrinof, lalu ia gerakkan bersama para pegiat dan unsur Pemkab Pessel.
Saat ini, Kawasan Wisata Mandeh sudah tampak hidup sebagai kawasan wisata. Ekonomi masyarakat bergerak.Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono, diperintahkan oleh Presiden menyelesaikan pembangunan jalan aspal sepanjang 43.3 kilometer di kawasan ini akhir tahun 2018. Setidaknya, khalayak bisa memahami, hal demikian, juga adalah efek positif hubungan baik Andrinof dengan Presiden, yang berdampak pada pembangunan daerah dan perekonomian masyarakat.
Kunjungan Presiden Jokowi pada 21 Mei 2018, adalah kunjungan beliau keempat sejak menjabat Presiden. Dalam empat kunjungan itu Andrinof tak pernah absen diajak mendampingi Presiden Jokowi. Hanya saja, di acara-acara seremonial ia tampak menjaga jarak dengan Presiden. ”Itu kan acara menteri terkait. Saya harus tahu posisi,” ujar Andrinof. Selepas acara seremonial, biasanya dia juga mengambil posisi di luar lingkaran para menteri.Begitu pula ketika Presiden usai menekan tombol peresmian Kereta Bandara Minangkabau Ekspres di Stasiun Kereta Api BIM, Padangpariaman, Senin lalu. Saat Presiden menuju kereta, Andrinof mengambil posisi terpisah dari rombongan Presiden dan para menteri. Di atas kereta, ia pun mengambil tempat duduk di gerbong belakang. Namun, baru saja duduk, seorang petugas protokol Presiden datang tergesa-gesa menghampirinya.”Pak Andrinof, Bapak diminta ke depan oleh Pak Presiden,” kata petugas protokol tadi. Ia pun bergegas menuju ke dekat bangku yang diduduki Presiden dan Ibu Negara. Tempat duduk di depan Presiden dan Ibu Negara ternyata memang sengaja dikosongkan untuk Andrinof. Di bangku sebelah kiri Presiden duduk Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan istri yang berhadap-hadapan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.Begitu duduk, Andrinof langsung terlihat berbincang akrab dengan Presiden dan Ibu Negara. Sesekali terlihat mereka tertawa kecil.
Foto Andrinof bertiga dengan Presiden dan Ibu Negara, banyak menghiasi media massa dan media sosial. Dua sahabat ini ngobrol antusias, dalam suasana kekerabatan, sesekali tertawa dan saling memperhatikan.”Tak lama kemudian, Gubernur Irwan Prayitno ikut pindah ke samping saya, setelah diajak oleh Presiden,” kata pelopor kawasan wisata Mandeh ini sembari tersenyum.
Detik berikutnya, suasana pun kian cair. Kereta yang juga ditumpangi para ketua OSIS SLTA se-Sumatera Barat tersebut, bagai sebuah gerbong perjalanan wisata bersama Presiden, yang terasa asyik-asyik saja di dalamnya.Ada yang berseloroh, melihat kedekatan dengan Presiden, sesungguhnya Andrinof bisa saja minta jabatan menteri lagi, atau, peluang jadi menteri masih terbuka lebar untuknya. Bahkan, seorang ulama terkemuka, pernah berkata pada Andrinof, ia selalu mendoakan agar kelak diangkat lagi jadi menteri. Sambil tertawa, Andrinof minta ulama tersebut ganti doanya, cukup doakan jadi Komisaris Utama BRI saja.
Editor : Adrian Tuswandi, SH