"Sebagai Anak Nagari, Peringatan HUT Provinsi Sumatera Barat kita lakukan setiap tahunnya dengan sangat meriah ini, jangan hanya menjadi agenda seremoni saja, tetapi hendaknya dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan refleksi komitmen kita terhadap daerah dan masyarakat yang kita cintai ini," ujarnya
Lanjut Irsyad Syafar, tapi pertanyaannya, sampai sejauh mana nilai-nilai dan jati diri masyarakat minang tersebut, masih bertahan dan masih dilaksanakan oleh masyarakat sumatera Barat dalam kehidupannya sehari-hari.
Karena, sebagai masyarakat Sumatera Barat, jangan hanya larut dalam eforia dan bangga menjadi orang minang yang terkenal dengan adat istiadat, budaya dan keramahtamahannya.
Tetapi yang lebih penting lagi, mengevaluasi apakah adat istiadat, budaya dan keramahtamahan tersebut masih diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
"Bung Hatta mengemukakan, ada 3 nilai-nilai yang menjadi ciri khas yang selalu dipegang oleh orang minang yaitu kebersamaan, islam dengan filofosi ABS-SBK, musyawarah dan mufakat. M Yamin pun mengemukakan pula, orang minang adalah orang parantau yang tangguh, pekerja keras dan tahan banting. Nilai-nilai itulah menjadi jati diri dan pembeda masyarakat minangkabau dengan masyarakat suku lainnya," ujarnya.
Karena itu, lanjut Irsyad Syafar, pada peringatan Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat yang diperingati setiap tahunnya, merupakan sarana yang tepat bagi seluruh elemen masyarakat Sumatera Barat, baik Pimpinan Daerah, DPRD, Perguruan Tinggi, Tokoh-tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama dan pemuda-pemudi untuk mengevaluasi dan merefleksi nilai-nilai dan komitmen sebagai anak nagari minangkabau yang berfilosofi ABD-SBK.
"Memang kita akui, masih ada perdebatan di tengah-tengah masyarakat dan para tokoh-tokoh adat, kenapa tanggal 1 Oktober 1945 di jadikan tonggak lahirnya Sumatera Barat yang identik dengan masyarakat dan suku Minangkabau. Padahal Minangkabau sebagai sebuah entitas telah ada jauh sebelum lahirnya NKRI dan orang minang merupakan bagian penting dari terbentuknya NKRI," ujarnya.Dikatakan Irsyad Syafar, tokoh nasional dari Minang, M. Yamin, Bung Hatta, H. Agussalim, Natsir dan banyak tokoh-tokoh yang berasal dari minangkabau lainnya, merupakan promotor-promotor dan penggerak terbentuknya NKRI ini.
Ada 16 orang pahlawan nasional dari Sumatera Barat yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Janji merupakan bukti nyata kontribusi dan peran penting masyarakat Sumatera Barat terhadap perjalanan NKRI ini.
Editor : MS

