"Perlu kita pahami bersama, bahwa yang kita peringati pada Hari ini, adalah terbentuknya Provinsi Sumatera Barat yang merupakan satu kesatuan dari pemerintahan daerah dan pemerintahan adat serta bagian dari NKRI.
Memang, Sumatera Barat telah ada jauh sebelum terbentuknya NKRI, namun Sumatera Barat menjadi bagian yang sangat penting dari perjalanan terbentuknya NKRI itu sendiri.
“Penetapan tanggal 1 Oktober 1945 sebagai tonggak lahir Provinsi Sumatera Barat, tentu tidak mengurangi esensi yang seutuhnya dari minangkabau sebagai sebuah entitas dan etnis dengan filosofi ABS-SBK yang menjadi pandangan dan pegangan hidupnya. Nilai-nilai tersebut tetap ada dan akan terus ada dalam sanubari masyarakat minang yang tak lakang dek paneh dan tak lapuk dek hujan,” terang Irsyad.
Kondisi ini dapat dilihat dari IPM Provinsi Sumatera Barat tahun 2023 sudah mencapai 75.64, berada pada rangking 7 nasional dan 2 pulau Sumaterara. Tingkat Kemiskinan pada semester I Tahun 2024 hanya sebesar 5.97 %, jauh lebih baik di atas rata-rata nasional yang mencapai 9.03 %.
Indek Gini Ratio atau tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat pada Maret 2024 juga rendah yaitu sebesar 0.283. Kondisi ini menunjukan terdapatnya pemerataan pendapatan masyarakat Sumatera Barat antar daerah dan antar golongan di Sumatera Barat.
Namun demikian, tentu masih ada permasalahan-permasalahan yang belum sepenuhnya dapat kita selesaikan sesuai dengan target yang direncanakan, diantara pemerataan infrastruktur antar wilayah dan pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat.Belum sesuainya dengan target yang ditetapkan terhadap beberapa hal tersebut, faktor utamanya bukan karena kelalaian dari Pemerintah Daerah, tetapi lebih disebabkan karena keterbatasan fiskal daerah serta kondisi geografis daerah yang cukup sulit.ini tentu menjadi tugas dan kewajiban kita bersama, baik Pemerintah Daerah, DPRD, Perguruan Tinggi, pelaku ekonomi, perantau dan semua stakeholder terkait.
Meskipun hari ini, Provinsi Sumatera Barat telah berusia 79 tahun, gerak roda pembangunan dan pertumbuhannya masih terus berjalan untuk menjadikan Provinsi Sumatera Barat lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera dan madani.
Masih banyak yang harus kita kerjakan dan kita perbuat untuk daerah yang kita cintai ini. Ke depan, tugas dan pekerjaan kita untuk menjadi Provinsi Sumatera Barat menjadi daerah yang maju, masyarakat madani dengan tetap mempertahankan jati diri sebagai orang minang dengan filosofi ABS-SBK ditengah-tengah hantaman masifnya perkembangan teknologi informasi, tidaklah mudah, bahkan mungkin semakin berat.
Ditambah lagi dengan serangkaian peristiwa di tataran global dan regional, seperti perang Ukraina dan Rusia, gejolak di Palestina, tidak menentunya ekonomi global, perpindahan ibu kota Negara (IKN) serta terjadinya transisi kepemimpinan nasional dan daerah, tentu akan memberikan dampak terhadap daerah.
Editor : MS

