Selain mengurangi modal bertani hingga 30-50%, MTOT juga terbukti tidak merusak lingkungan karena tidak membakar jerami.
Metode ini membantu menjaga udara tetap bersih dan menciptakan sawah yang tahan terhadap hama seperti tikus dan wereng.
Petani di Bayang dan Lumpo optimis MTOT akan semakin meluas ke seluruh wilayah Pesisir Selatan.“Insya Allah target UBI Sumbar, satu nagari satu hektar sawah MTOT, akan tercapai,” kata Asramon. (***)
Editor : MS