Revdi Iwan Syahputra menekankan pentingnya sinergi antara pelaku industri film, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait.
"Kita butuh kemudahan perizinan, insentif produksi, dan promosi lokasi syuting yang serius," ujarnya.
Sementara itu, Eriyanto Leo menambahkan bahwa kekayaan budaya Minangkabau bisa menjadi sumber inspirasi tak terbatas untuk produksi film.
"Dengan pendekatan modern dan universal, cerita rakyat hingga adat istiadat kita bisa mendunia," tegasnya.
Para tokoh sepakat bahwa mewujudkan Sumbar sebagai pusat perfilman Indonesia membutuhkan komitmen kuat dan implementasi konsisten dari semua pihak.Dengan modal sejarah, potensi alam, dan kekayaan budaya yang dimiliki, visi ini diyakini bukan sekadar angan-angan. (***)
Editor : MS
