Dengan gaya khasnya yang humoris, ia berhasil mencairkan suasana dan membuat jamaah semakin bersemangat.
Meski jumlah jamaah melimpah hingga ke teras, ketenangan tetap terjaga.
Hanya sesekali terdengar tawa saat Heranof berbicara tentang hubungannya dengan Fadly Amran.
Menariknya, dua bocah SD yang menjadi pembawa acara juga mencuri perhatian.
Dengan fasih, mereka memandu acara menggunakan empat bahasa, yaitu Indonesia, Minang, Inggris, dan Arab.
Sementara itu, Saribulih, seorang jamaah yang juga Ketua RT 04 RW 11 Banuaran, menyebutkan bahwa Masjid Baitul 'Arafah memiliki keunikan tersendiri.
Jamaahnya tetap stabil dari awal Ramadhan hingga akhir."Tidak ada istilah ekor tikus di masjid ini. Kalau pun ada sedikit berkurang dibanding malam pertama, tidak terlalu kentara hingga Ramadhan berakhir," ujarnya.
Sebagai Pembina Yayasan Berkah Amal Salih, ia juga menekankan pentingnya hadir lebih awal di masjid.
"Baik Isya maupun Subuh, saya harus sudah berada di Masjid Baitul 'Arafah sebelum adzan berkumandang. Jika terlambat, terpaksa shalat di teras," tambahnya.
Editor : MS

