Budaya sebagai Benteng Sosial: Alihkan Pemuda dari Bullying, Narkoba, dan Pelecehan Lewat Warisan Leluhur

Foto bersama Dr Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI dan Sekjen Sekretariat Nasional Keris Indonesia, Mpu Basuki. (Foto: Ist)
Foto bersama Dr Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI dan Sekjen Sekretariat Nasional Keris Indonesia, Mpu Basuki. (Foto: Ist)

Kebijakan Harus Mendukung Budaya Hidup

Upaya ini sejalan dengan semangat UUD 1945 Pasal 32, yang menyatakan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dan memberdayakan masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Lembaga seperti UNESCO pun menegaskan pentingnya pendidikan budaya dan warisan sebagai instrumen mencegah konflik sosial dan memperkuat kohesi komunitas.

Maka, sinergi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah daerah, lembaga adat, dan komunitas lokal menjadi kunci. Anak muda perlu diberi akses, ruang, dan peran aktif dalam menjaga budaya bukan hanya sebagai pewaris, tetapi juga inovator.

Saat Budaya Menjadi Gaya Hidup

Budaya akan tetap hidup jika ia menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Jika anak muda kita lebih bangga meracik bumbu rendang daripada mencoba zat terlarang, lebih tertarik pada seni pertunjukan daripada konten destruktif, dan lebih memilih berdiskusi di balai adat daripada berkonflik di media sosial maka masa depan bangsa ini akan lebih kuat dan bermartabat.

Alihkan pemuda dari sisi gelap dengan menawarkan terang budaya. Karena ketika budaya menjadi gaya hidup, maka generasi yang tumbuh bukan hanya cerdas, tetapi juga berakar dan tangguh. (***)

Editor : MS
Banner Sekjen PWI PusatBanner Rahmat Saleh - Milda Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini