Putri Minang Raih MBA di University of Chicago Booth School of Business

Andari Gusman, putri Minangkabau yang sukses menyelesaikan studi MBA di University of Chicago Booth School of Business, foto bersama di hari wisuda bersama keluarga di Chicago, AS. (Foto: Ist)
Andari Gusman, putri Minangkabau yang sukses menyelesaikan studi MBA di University of Chicago Booth School of Business, foto bersama di hari wisuda bersama keluarga di Chicago, AS. (Foto: Ist)

Karena itu anak-anak tetap diajarkan bahasa Minang, pengetahuan adat istiadat, budaya Minang, pakaian, kuliner dan segala sesuatu tentang kampung halaman mereka. “Agar mereka tidak tercerabut dari akar budaya luhur nenek moyang mereka,” kata pria yang kini menjadi senator DPD RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat itu dalam percakapan telepon dari Chicago dengan wartawan media ini menjelang menghadiri acara wisuda Andari.

Apakah kelak Andari dan adik-adiknya akan melangkah ke dunia politik seperti ayah mereka? Menurut Irman Gusman, anak-anaknya menyatakan lebih suka berpartisipasi dalam membangun bangsa melalui dunia mereka, dunia profesional. “Saya tidak tahu bagaimana nanti, tapi sejauh ini mereka ingin berkonsentrasi di profesi mereka masing-masing,: kata Irman. Karena itu, soal dukungan dan dorongan bagi pendidikan anak-anak, Irman menyebut adalah sebuah keharusan.

“Saya setuju dengan pebisnis besar Warren Buffet, yang menyebut bahwa warisan yang terbaik untuk anak bukanlah harta, emas atau saham, melainkan memberi mereka pendidikan yang bisa membuat mereka bisa survive, bertahan hidup dengan sukses di masa depan,” katanya. Warren Buffett (lahir 30 Agustus 1930) adalah komisaris, direktur utama, dan sekaligus pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway. Dia adalah orang terkaya ketiga di dunia tahun 2015 versi Forbes. Tahun 2012, majalah Time memasukan Buffett sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia.

Langkah-langkah Andari

Andari memang spesialis profesional SDM. Latar belakang yang kuat dalam konsultasi manajemen, dibuktikan dengan rekam jejak keberhasilan pelaksanaan M&A, SDM, dan proyek transformasi digital untuk beragam portofolio klien, termasuk perusahaan Fortune 500 dan badan usaha milik negara.

“Saat ini saya adalah Manajer Operasi Senior di Tim Googler Experience Operations (GXO) Google yang berbasis di Singapura. Saya tertarik dan terus belajar tentang titik temu antara teknologi, desain organisasi, dan operasi sumber daya manusia untuk meningkatkan hasil bisnis,” kata Andari.

Di kantornya di Singapura, Andari mengurusi soal-soal manajemen proyek, konsultasi, dan implementasi operasional untuk merancang dan melaksanakan solusi talenta seluler yang scalable untuk tujuan bisnis strategis dan pengembangan karyawan. Tanggung jawab utamanya adalah memimpin konsultasi dan dukungan mobilitas global untuk perluasan lokasi produksi tim P&D Google, mengembangkan analisis dampak manusia karena ia mengelola 750 karyawan, dengan biaya $11,8 juta).

Andari juga memimpin proses Q/MBR GXO/VMO di APAC, termasuk persiapan, analisis, dan presentasi data menyeluruh. Ia pun menjadi pelopor upaya outsourcing dalam program group dan rotasi untuk penasihat vendor (Vialto), dalam kemitraan dengan Mobility GPO, sebagai bagian dari Project True North yang bertujuan untuk menyederhanakan operasi mobilitas global.

“Saya ikut mendorong transisi vendor APAC untuk operasional program mobilitas global di 15 negara. Mengembangkan dan melaksanakan strategi transisi yang komprehensif, tata kelola, alokasi sumber daya, definisi ruang lingkup, rencana transfer pengetahuan, dan penyampaian pelatihan yang dipimpin untuk memastikan kelangsungan operasional yang lancar dan peningkatan efisiensi program,” kata dia seperti dikutip dari CV nya.

Sarjana Cum Laude Sosiologi Fakultas Bisnis Universitas Chicago Booth Chicago, IL, AS & Hong Kong ini juga penerima penghargaan Honos Civicus, karena menunjukkan komitmen luar biasa dalam kepemimpinan sipil serta penerima penghargaan Alpha Kappa Delta, karena mempertahankan catatan keunggulan akademis di bidang Sosiologi.

Dalam kesehariannya, Andari mengaku sangat senang bisa bekerja di Singapura yang menurut dia ekosistemnya kondusif untuk inovasi dan kreativitas. Alasan personalnya juga karena kebutuhan untuk tetap dekat sama keluarga, cuma sekitar satu jam dari Jakarta itu.

Editor : MS
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini