Jangan ada Negoisasi dan Tolerasi untuk Keselamatan Lingkungan dan Kemanusiaan

Petugas menertibkan kawasan ilegal di Mega Mendung Lembah Anai, Sumatera Barat, sebagai upaya penyelamatan lingkungan dan mitigasi bencana. (Foto: Ist)
Petugas menertibkan kawasan ilegal di Mega Mendung Lembah Anai, Sumatera Barat, sebagai upaya penyelamatan lingkungan dan mitigasi bencana. (Foto: Ist)

Padang, - Peradaban di ranah minang semakin ke depan makin tergerus hampir di semua sektor.

Bahkan pemimpin di daerah kerap mengatakan merubah mindset dan perilaku masyarakat, menjadi hal paling sulit dilakukan pemimpin.

Sebut saja, bagaimana tindakan kekerasan bahkan sampai pembunuhan dengan mutilasi viral, itu terjadi di kampung yang dikenal sebagai negeri beradat dan beragama (adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah), termasuk pemanfaat lahan yang terlarang, tapi dilabrak dengana alsan ada cuan dan kehidupan, masih banyak juga yang menentang penertiban seperti di kawasan Lembah Anai dan Flyover Kelok Sembilan.

Belum hilang diingatakan publik Sumbar dan nasional bagaimana alam mengamuk, memporak-porandakan kawasan sepanjang sungai di Lembah Anai dan menelan korban jiwa serta kerugian materil.

Belum hilang di mesin pencarian tragedi galodo di kawasan itu, muncul lagi pemandian wisata di aliran sungai itu.

Pemerintah tidak tinggal diam, operasi penertiban dan pembongkaran spot destinasi di Lembah Anai dilakukan Kementerian Kehutanan lewat BKSDA untuk menjaga keasrian kawasan eksotik Lembah Anai.

Pemerintah bertindak untuk mengantisipasi bencana kedepan, mitigasi tegas dilakukan, cuan hanya sesaat tapi derita dan nestapa nya pasti berkepanjangan.

Dikutip dari akun resmi Kementerian Kehutanan menggambarkan penutupan aktivitas ilegal di Taman Wisata Alam (TWA) Mega Mendung Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat.

Penutupan dilakukan bentuk tindakan tegas, karena TWA Lembah Anai selama ini digunakan untuk kegiatan illegal mulai dari kolam pemandian, tempat usaha rumah makan hingga hotel.

"Proses penertiban sempat memanas lantaran mendapat penolakan dari warga dan pemilik usaha. Namun, kedua pihak akhirnya sepakat melakukan pembicaraan lebih lanjut,"ujar akun tersebut di media sosial resminya.

Editor : MS
Banner Infografis
Bagikan

Berita Terkait
Terkini