Puncak acara berlangsung pada tanggal 16 Agustus dengan seminar internasional "Petani Kopi Go Global". Tema utama "Positioning of Indonesian Specialty Coffee in the World Trade" menjadi fokus pembahasan para ahli internasional.
Seminar ini dihadiri pemateri dari lima negara berbeda yang membawa perspektif global tentang industri kopi. Pembeli kopi ALKO dari Jepang berbagi pengalaman tentang implementasi sistem traceability dalam rantai pasok kopi.
Dua hari terakhir dipenuhi kegiatan sosial bermakna. ALKO menyelenggarakan program "Tukar 1kg Sampah dengan 1pcs Kopi Kerinci" untuk para pendaki Gunung Kerinci. Program inovatif ini menggabungkan kepedulian lingkungan dengan promosi kopi lokal.
Upacara peringatan kemerdekaan juga menjadi bagian integral dari rangkaian acara. Hal ini menunjukkan semangat nasionalisme yang tinggi dalam memajukan produk kopi Indonesia.
Seminar ALKO 2025 melibatkan pembicara dari berbagai negara yang membawa expertise masing-masing. Perwakilan dari Resona Bank Jepang memberikan insight tentang pembiayaan sustainable agriculture yang inovatif.
Root Capital Foundation dari Amerika Serikat berbagi pengalaman tentang social impact dalam industri kopi. Organisasi ini telah lama mendukung petani kopi kecil di berbagai negara berkembang melalui program pembiayaan berkelanjutan.
Malaysia Specialty Coffee Association (MSCA) turut berkontribusi dengan membawa perspektif regional tentang perkembangan kopi specialty di Asia Tenggara. Kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia dalam komunitas kopi regional.Pembeli kopi dari Rusia juga hadir untuk berbagi pandangan tentang preferensi konsumen kopi di pasar Eropa Timur. Kehadiran mereka menunjukkan jangkauan global dari kopi ALKO yang semakin luas.
Tema utama seminar berfokus pada pentingnya pertanian organik dan sustainable dalam industri kopi modern. ALKO konsisten mempromosikan praktik bertani yang ramah lingkungan sejak awal berdirinya koperasi ini.
Petani kopi anggota ALKO telah menerapkan teknik budidaya organik yang ketat tanpa menggunakan pestisida kimia berbahaya. Proses fermentasi kopi juga menggunakan metode tradisional yang telah turun-temurun diwariskan.
Editor : MS