Melihat dirinya seperti agak capek dan grogi akhirnya saya menyuruh dia duduk dan menemani saya makan.
Akhirnya setelah makan dan ngopi santai baru saya bertanya lebih dalam tentang dia dan maksud kedatangannya.
"Saya tadi dari Sungai Pinang naik perahu ke Muara Padang hanya untuk menemui bapak. Dan kebetulan sekali tadi ada rombongan dari kampung mau kePadang maka sekalian saya menumpang. Karena saya mau menemui bapak untuk belajar tentang pariwisata!" pintanya sedikit agak santai. Lalu saya tanya darimana dia tahu tentang saya. Dan dia bilang dia sudah lama mempelajari tentang saya dan aksi - aksi sosial pariwisata dengan mendidik pemuda - pemuda kampung yang akhirnya menjadi peneroka didaerahnya baik dimedia maupun dari orang lain. Makanya dia betul - betul memohon kepada saya untuk diberi kesempatan untuk belajar dari saya karena dia ingin juga berbuat sesuatu untuk kampung dan pemuda disana.
Mendengar kebulatan tekadnya saya menjadi terharu. Dan lebih terharu lagi ketika dia mengatakan dia tidak melanjutkan sekolah ke SMA demi adik - adiknya bisa melanjutkan sekolah karena alasan dana. Dia cuma anak seorang nelayan kecil yang juga menjabat sebagai wali nagari dikampungnya.
Akhirnya singkat cerita dia saya terima untuk belajar dan bekerja. Bahkan seminggu kemudian dia saya suruh terjun langsung untuk menemani guide senior saya untuk trip " Sumatra a Journey of Discovery ( discover the cultures, discover the natures and discover the adventures). Ini adalah salah satu program wisata kami yang popular untuk sekolah dan komunitas khususnya untuk pasar Inggris, Amerika dan Jepang yang dirancang khusus dengan konsep Life Experince Tourism. Program ini dirancang dari 7 hari sampai 14 hari dengan destinasi Sumut dan Sumbar. Bahkan beberapa sekolah terbaik di Inggris seperti Erias High School dan Canterburry College telah menjadikan program tersebut menjadi program tahunan sekolah mereka (yearly program).
Dan saya sengaja menyuruh Ricky untuk terjun langsung mendampingi guide senior supaya dia bisa belajar langsung bagaimana menggarap sebuah perjalanan wisata.You Can Buy School but not Experience!
Salah satu keunikan saya dalam menerima team atau staf yang bekerja atau terlibat dalam program baik di sumatraandbeyond.co atau greentourisminstitute.org saya lebih menyukai orang - orang seperti Sabarata Bangun dan Ricky Putra Sinaro ini. Berani!
Dan biasanya saya tidak terlalu memikirkan education background mereka. Karena saya juga tidak. Tapi alhamdulillah dengan pengalaman yang saya punya saya justru diberi kehormatan untuk memberi kuliah umum pertama di program master Pengkajian Asia Afrika Universitas Kyoto tahun 2002. Waktu itu saya bicara tentang "Life Experience Tourism" yang mana beberapa peserta masih bingung. "Nan desu ka?" dan akhirnya karena penasaran ingin mencoba salah satu programnya dan datang ke Sumatra!
Dan setelah itu barulah beberapa universitas di Indonesia mulai mengundang saya. Dimulai dari Unand atas undangan Prof. Musliar Kasim yang waktu itu menjadi rektornya.
November 2019 lalu atas undangan Prof. Tati Suryati Syamsuddin saya diminta juga memberi kuliah umum diprogram magister Sekolah Tinggi Ilmu Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH - ITB) setelah dia mendengar langsung paparan saya " Avian Tourism" disalah satu konferensi dan seminar Burung internasional karena pada saat itu saya menjadi salah satu pembicara bersama ahli burung internasional.
Editor : MS